Pengaruh variasi konsentrasi fosfor terhadap pertumbuhan dan kandungan flavonoid serta antosianin daun bayam merah (Amaranthus cruentus L.)
Khasanah, Siti Amirotin (2025) Pengaruh variasi konsentrasi fosfor terhadap pertumbuhan dan kandungan flavonoid serta antosianin daun bayam merah (Amaranthus cruentus L.). Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.
SKRIPSI2108016027DPSITI_AMIROTIN_KHASANAH-0.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (4MB)
Abstract
Bayam merah (Amaranthus cruentus L.) adalah jenis sayuran tahan penyakit namun produktivitasnya masih rendah. Pertumbuhan dan kandungan metabolit sekunder bayam merah dapat dipengaruhi oleh budidaya yang digunakan dan makronutrien, di antaranya yaitu fosfor. Fosfor berperan dalam pembelahan sel, pembentukan energi, dan sintesis metabolit sekunder, di antaranya flavonoid dan antosianin. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi fosfor terhadap pertumbuhan dan kandungan flavonoid serta antosianin daun bayam merah yang dibudidayakan dengan metode hidroponik sumbu (wick). Metode penelitian ini dikerjakan secara eksperimental memakai desain Rancangan Acak Lengkap (RAL) pada 5 perlakuan dengan 4 ulangan yaitu P0 (Fosfor 0%); P1 (Fosfor 50%), P2 (Fosfor 100%); P3 (Fosfor 150%); dan P4 (Fosfor 200%). Parameter yang diteliti terdiri dari tinggi bayam merah, jumlah helai daun, panjang akar, berat basah, berat kering, indeks pertumbuhan, kadar total flavonoid dan antosianin daun bayam merah. Budidaya yang digunakan yaitu hidroponik sumbu (wick). Hasil penelitian diolah dengan SPSS 25 melalui analisis data secara parametrik dan nonparametrik yang menunjukkan bahwa variasi konsentrasi fosfor berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan bayam merah. Pengamatan dilakukan dari 1 MST hingga 5 MST di greenhouse, UIN Walisongo. Perlakuan P0 (0%) menghasilkan tinggi bayam merah dan panjang akar paling tinggi. Perlakuan P2 (100%) nilainya paling tinggi terhadap berat basah dan berat kering. P3 (150%) paling banyak menghasilkan jumlah helai daun. Sementara pada P4 (200%) menurunkan nilai pertumbuhan pada semua parameter. Kandungan flavonoid tidak berbeda nyata secara statistik, namun P1 (50%) berbeda nyata dibandingkan P0 (0,046). Kandungan antosianin dipengaruhi oleh perlakuan fosfor, dengan hasil berbeda nyata pada beberapa uji statistik, di mana P1 menunjukkan kadar relatif lebih tinggi dan P3 lebih rendah.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Antosianin; Bayam merah (Amaranthus cruentus L.); Flavonoid; Fosfor; Pertumbuhan |
| Subjects: | 500 Natural sciences and mathematics > 580 Plants > 582 Plants noted for specific vegetative characteristics and flowers |
| Divisions: | Fakultas Sains dan Teknologi > 46201 - Biologi |
| Depositing User: | Upload Mandiri |
| Date Deposited: | 01 Sep 2026 03:20 |
| Last Modified: | 01 Sep 2026 03:20 |
| URI: | https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/31070 |
Actions (login required)
Downloads
Downloads per month over past year
