Analisis hukum pidana Islam terhadap tidak dipidananya pelaku jarimah maisir yang menderita gangguan jiwa tidak permanen: studi putusan Mahkamah Syar'iyah Tapaktuan Nomor 6/JN/2020/Ms. Ttn)

Mahalani, Selvi (2025) Analisis hukum pidana Islam terhadap tidak dipidananya pelaku jarimah maisir yang menderita gangguan jiwa tidak permanen: studi putusan Mahkamah Syar'iyah Tapaktuan Nomor 6/JN/2020/Ms. Ttn). Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

[thumbnail of SKRIPSI2002026114SELVI_MAHALANI] Text (SKRIPSI2002026114SELVI_MAHALANI)
SKRIPSI2002026114SELVI_MAHALANI-0.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (9MB)

Abstract

Perkara jarīmah maisir pada putusan Mahkamah Syar’iyah Tapaktuan Nomor 6/JN/2020/Ms. Ttn yang salah satu pelakunya menderita gangguan jiwa skizofrrenia paranoid. Penelitian ini membahas tentang pertanggungjawaban pidana orang dengan gangguan jiwa tidak permanen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertanggungjawaban pidana pelaku yang menderita gangguan jiwa tidak permanen menurut hukum pidana Islam. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif yang menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research). Sumber data dalam bentuk bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum primer dan sekunder berupa salinan putusan nomor 6/JN/2020/Ms. Ttn, Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jināyat, Hukum Pidana Islam, Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang kemudian disusun menggunakan pendekatan kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alasan Hakim Mahkamah Syar’iyah Tapaktuan dengan nomor perkara 6/JN/2020/Ms. Ttn tidak menjatuhkan hukuman terhadap pelaku yang menderita gangguan jiwa tidak permanen karena pelaku menderita gangguan jiwa jenis skizofrenia paranoid sebagaimana keterangan surat dokter yang diajukan sebagai alat bukti dan saksi yang meringankan pelaku.
Analisis hukum pidana Islam terhadap pelaku jarimah maisir yang menderita gangguan jiwa tidak permanen dilihat dari keadaan jiwanya. Apabila seseorang yang menderita gangguan jiwa pada saat melakukan jarīmah dalam keadaan sehat atau normal maka pelaku tetap dikenakan pertanggungjawaban. Putusan Mahkamah Syar’iyah Tapaktuan No. 6/JN/2020/Ms. Ttn tidak tepat karena hakim mengabaikan hal-hal lain pada diri pelaku sehingga mengakibatkan ketidakadilan dalam menerapkan hukum.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Hukum Pidana Islam; Jarimah; Gangguan Jiwa; Perlakuan Khusus
Subjects: 300 Social sciences > 340 Law > 345 Criminal law
300 Social sciences > 340 Law > 348 Law (Statutes), regulations, cases
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > 74231 - Hukum Pidana Islam
Depositing User: Upload Mandiri
Date Deposited: 26 Aug 2026 02:56
Last Modified: 26 Aug 2026 02:56
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/31091

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics