Upaya penanganan kasus stunting di Kota Semarang : pendekatan collaborative governance pada Rumah Pelita Manyaran, Kota Semarang
Badzlina, Marini (2025) Upaya penanganan kasus stunting di Kota Semarang : pendekatan collaborative governance pada Rumah Pelita Manyaran, Kota Semarang. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.
SKRIPSI2106026175MARINI_BADZLINA-0.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (2MB)
Abstract
Stunting adalah permasalahan pada gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam rentang yang cukup waktu lama, umumnya hal ini karena asupan makan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Menurut Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 72 tahun 2021, yang dimaksud dengan stunting adalah gangguan tumbuh kembang anak yang diakibatkan oleh kekurangan gizi kronis serta infeksi yang berulang. Gangguan ini ditandai dengan tinggi badan yang berada di bawah standar yang sudah ditetapkan oleh menteri kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan dan dampak Collaborative Governance dalam penanganan stunting di Rumah Pelita Manyaran.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan jenis penelitian ini menggunakan lapangan. Penelitian ini sumbernya menggunakan data primer dan data sekunder. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini wawancara dengan teknik penentuan informan menggunakan purposive, teknik observasi partisipasi pasif dan teknik dokumentasi sebagai pendukung penelitian ini. Teknik analisis data dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain Rumah Pelita Manyaran bersifat terhubung, melibatkan Dinas Kesehatan, Dinas Penataan Ruang, dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Pelaksanaan program dilakukan melalui kegiatan harian dan berkala seperti pemberian makanan bergizi, pemeriksaan kesehatan, edukasi gizi dan parenting, serta intervensi sosial dan psikologis. Dampaknya mencakup penurunan angka stunting di Semarang Barat, peningkatan kesadaran gizi masyarakat, serta penguatan peran keluarga dan kader sebagai agen perubahan. Penerapan Collaborative Governance yang berbasis kepercayaan, partisipasi, dan komitmen bersama mampu menciptakan tata kelola layanan kesehatan yang berkelanjutan. Rumah Pelita menjadi contoh inovasi kolaboratif dalam penanganan stunting yang dapat direplikasi di daerah lain. Rumah Pelita Manyaran menunjukkan keberhasilan penanganan stunting melalui dampak institusional dan sosial yang signifikan. Secara institusional, inisiatif ini mendorong kebijakan pemerintah daerah yang lebih responsif dan adaptif serta meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (kader, relawan, dan orang tua) melalui edukasi dan perubahan perilaku positif. Secara sosial, program ini berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat dan kepercayaan orang tua, yang terlihat dari perubahan positif dalam pola asuh, kebiasaan makan, serta perkembangan anak. Kesuksesan ini membuktikan bahwa Collaborative Governance adalah model efektif yang mengintegrasikan berbagai aspek penanganan stunting untuk menciptakan dampak holistik dan berkelanjutan pada kesehatan, sosial, dan ekonomi keluarga.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Penanganan; Stunting; Rumah Pelita; Collaborative Governance |
| Subjects: | 300 Social sciences > 360 Social services; association > 362 Social welfare problems and services |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Politik > 69201 - Sosiologi |
| Depositing User: | Upload Mandiri |
| Date Deposited: | 24 Aug 2026 02:44 |
| Last Modified: | 24 Aug 2026 02:44 |
| URI: | https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/31224 |
Actions (login required)
Downloads
Downloads per month over past year
