Idzn al-mar’ah dalam perkawinan perspektif Undang-Undang Nomor 1 tahun 1974 tentang Perkawinan: studi kasus di Desa Gumawang, Kecamatan Pecalungan, Kabupaten Batang

Ningsih, Lia Utami (2025) Idzn al-mar’ah dalam perkawinan perspektif Undang-Undang Nomor 1 tahun 1974 tentang Perkawinan: studi kasus di Desa Gumawang, Kecamatan Pecalungan, Kabupaten Batang. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

[thumbnail of SKRIPSI2102016023LIA_UTAMI_NINGSIH] Text (SKRIPSI2102016023LIA_UTAMI_NINGSIH)
SKRIPSI2102016023LIA_UTAMI_NINGSIH-0.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB)

Abstract

Persetujuan calon mempelai dalam perkawinan merupakan salah satu aspek penting dalam berlangsungnya sebuah perkawinan. Sebagaimana yang telah tercantum dalam Pasal 6 ayat (1) UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, Pasal 16 ayat (1) KHI, dan juga asas-asas dalam perkawinan yang menyatakan bahwa perkawinan didasarkan atas persetujuan calon mempelai. Dalam praktinya, di Desa Gumawang Kecamatan Pecalungan, Kabupaten Batang masih terdapat perkawinan tanpa didasari adanya idzn al-mar’ah dalam perkawinan. Hal ini bertentangan dengan hukum yang berlaku di Indonesia. Dimana terdapat 6 informan yang melakukan perkawinan tanpa didasari atas persetujuan dari pihak perempuan. Adapun faktor yang melatarbelakangi yakni ekonomi, keluarga, pendidikan, juga kurangnya kesadaran hukum. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis-empiris dengan pendekatan analisis deskriptif kualitatif. Adapun data yang diperoleh bersumber dari data primer, sekunder, dan pengumpulan data yang berupa wawancara dan dokumentasi. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa pandangan dalam UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan menegaskan pentingnya idzn al-mar’ah dalam perkawinan atau persetujuan dari calon mempelai. Namun, mengenai praktik idzn al-mar’ah di Desa Gumawang belum sesuai dengan hukum di Indonesia tentang adanya persetujuan yang diberikan oleh calon mempelai perempuan dalam perkawinan secara eksplisit. Dimana masih terdapat 6 informan yang melakukan perkawinan tanpa didasari atas persetujuannya sendiri atau dapat dikatakan karena keterpaksaan dalam perkawinannya. Sehingga dalam hal ini, UU No. 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan tidak cukup mampu melindungi calon mempelai, terkhusus pihak perempuan dalam perkawinan. Hal tersebut menjadikan ketidakberdayaan perempuan dalam perkawinan yang telah dilakukan.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Idzn al-Mar’ah; Perkawinan; UU No. 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.3 Islamic Worship / Ibadah > 297.39 Other Practices (Incl. Halal Food, Syirik, Munafiq)
200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.5 Islamic ethics, practice > 297.57 Religious experience, life, practice > 297.577 Marriage and family life
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > 74230 - Hukum Keluarga Islam (Ahwal al-Syakhsiyyah)
Depositing User: Upload Mandiri
Date Deposited: 28 Aug 2026 07:34
Last Modified: 28 Aug 2026 07:34
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/31278

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics