Umrah usia muda (urgensi, eksistensi, atau gaya hidup) perspektif mahasiswa MHU UIN Walisongo

Sholahuddin, Ilham (2025) Umrah usia muda (urgensi, eksistensi, atau gaya hidup) perspektif mahasiswa MHU UIN Walisongo. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

[thumbnail of SKRIPSI1901056087ILHAM_SHOLAHUDDIN] Text (SKRIPSI1901056087ILHAM_SHOLAHUDDIN)
SKRIPSI1901056087ILHAM_SHOLAHUDDIN-0.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (3MB)

Abstract

ABSTRAK

Ilham Sholahuddin (1901056087) Judul “Umrah Usia Muda (Urgensi, Eksistensi, atau gaya Hidup) Perspektif Mahasiswa MHU UIN Walisongo”

Skripsi ini dilatarbelakangi oleh Fenomena yang menimbulkan pertanyaan mengenai motivasi utama di balik keputusan melaksanakan umrah di usia muda. Apakah dilandasi oleh urgensi keagamaan, kebutuhan akan eksistensi sosial, atau hanya bagian dari tren gaya hidup religius. Permasalahan dalam penelitian ini adalah Bagaimana perspektif mahasiswa Manajemen Haji dan Umrah UIN Walisongo Semarang terkait umrah di usia muda ditinjau dari aspek urgensi, eksistensi, dan gaya hidup
Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh dengan menggunakan metode observasi, metode wawancara, metode dokumentasi. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan analisis data deskriptif dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa Manajemen Haji dan Umrah memiliki persepsi yang beragam mengenai urgensi umrah di usia muda. Sebanyak 65% responden menilai umrah di usia muda penting, terutama sebagai bentuk penguatan spiritual, pembentukan karakter, serta pemanfaatan masa muda yang masih produktif secara fisik dan mental. Sementara 35% lainnya menganggapnya kurang mendesak, karena alasan ekonomi, fleksibilitas waktu, dan adanya prioritas lain dalam hidup. Dari sisi eksistensi, sebagian besar mahasiswa menyatakan bahwa umrah tidak dijalani demi pengakuan sosial atau tekanan dari lingkungan, melainkan sebagai kebutuhan spiritual pribadi. Meski demikian, terdapat pula pandangan dari beberapa mahasiswa bahwa eksistensi tetap menjadi faktor terselubung, khususnya karena pengaruh media sosial yang menampilkan umrah sebagai pencapaian status atau ajang eksistensi religius. Dalam aspek gaya hidup, respon mahasiswa terbagi hampir seimbang. Sebagian melihat fenomena umrah usia muda sebagai bagian dari tren modern, dipengaruhi oleh rasa takut ketinggalan (FOMO) dan budaya pamer di media sosial. Sementara yang lain menegaskan bahwa umrah tetap merupakan ibadah suci yang tidak semestinya tercampur dengan gaya hidup populer, dan lebih didorong oleh niat tulus untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Kata kunci: Umrah di usia muda, urgensi, eksistensi, gaya hidup, perspektif.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Umrah; Gaya hidup; Mahasiswa
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.3 Islamic Worship / Ibadah > 297.35 Sacred places (Masjid). Pilgrims (Haji, Umrah)
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi > 76201 - Manajemen Haji dan Umrah
Depositing User: Upload Mandiri
Date Deposited: 27 Aug 2026 02:34
Last Modified: 27 Aug 2026 02:37
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/31288

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics