Citra diri penari perempuan tentang dirinya dalam seni tari : studi pada kelompok tari Sanggar Teh Nining Kota Tangerang
Alfiana, Octa (2025) Citra diri penari perempuan tentang dirinya dalam seni tari : studi pada kelompok tari Sanggar Teh Nining Kota Tangerang. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.
SKRIPSI2106026063OCTA_ALFIANA-0.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (1MB)
Abstract
Sanggar tari menjadi salah satu wadah penting yang menjaga keberlangsungan tradisi dan menjadi media bagi seniman untuk merefleksikan diri melalui karya seni tari. Selain sebagai ruang untuk belajar, melestarikan, dan meneruskan nilai-nilai seni dan budaya, sanggar juga menjadi wadah bagi individu untuk membentuk identitas diri dan mengekspresikan diri agar lebih bebas. Fokus utama penelitian ini adalah menggambarkan bagaimana citra diri terbentuk melalui pengalaman mereka sebagai penari. Oleh karena itu, peneliti merumuskan dua rumusan masalah yaitu, bagaimana pandangan penari perempuan tentang dirinya dalam seni tari, dan bagaimana dampak seni tari terhadap kelompok penari perempuan.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data yang digunakan terdiri dari dua data yaitu data primer yang diperoleh melalui observasi langsung dan wawancara tidak terstruktur dengan kelompok penari perempuan di sanggar Teh Nining. Data sekunder diperoleh dari berbagai literatur, dokumentasi, dan sumber tertulis lain yang relevan dengan topik penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi non partisipatif, wawancara tidak terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan model Miles dan Huberman, yang mencakup tahap reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Peneliti menggunakan teori interaksionisme simbolik untuk memahami bagaimana individu membentuk makna tentang dirinya dalam proses interaksi sosial di dalam lingkungan sanggar.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa citra diri penari perempuan terbentuk melalui proses interaksi sosial yang berkaitan erat dengan pengalaman pribadi penari, dan nilai-nilai dalam kehidupan yang berkembang di dalam sanggar. Para penari perempuan memandang dirinya sebagai individu yang tidak hanya menjalankan fungsi estetika dalam seni tari, tetapi juga sebagai penari perempuan yang mampu menyampaikan pesan dari nilai-nilai kehidupan, peran sosial, dan identitas perempuan melalui seni tari. Citra diri tersebut juga dipengaruhi oleh pengalaman saat tampil, hubungan dengan sesama penari, dan nilai-nilai yang ditanamkan oleh sanggar. Penari perempuan di Sanggar Teh Nining menunjukkan bahwa seni tari menjadi ruang yang memberi arti lebih dalam terhadap diri mereka baik sebagai individu maupun sebagai perempuan dalam masyarakat.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Citra diri; Penari perempuan; Seni tari; Sanggar; Interaksionisme simbolik |
| Subjects: | 300 Social sciences > 302 Social interaction |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Politik > 69201 - Sosiologi |
| Depositing User: | Upload Mandiri |
| Date Deposited: | 26 Aug 2026 05:18 |
| Last Modified: | 26 Aug 2026 05:21 |
| URI: | https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/31345 |
Actions (login required)
Downloads
Downloads per month over past year
