Analisis penegakan hukum terhadap tindak pidana perantara jual beli narkotika yang melibatkan anak dalam perspektif hukum positif dan hukum pidana Islam : studi kasus Putusan No: 6/Pid.sus-anak/2024/PN.Smg
Musyaffa', Mohammad Difa' (2025) Analisis penegakan hukum terhadap tindak pidana perantara jual beli narkotika yang melibatkan anak dalam perspektif hukum positif dan hukum pidana Islam : studi kasus Putusan No: 6/Pid.sus-anak/2024/PN.Smg. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.
SKRIPSI2002026129MOHAMMAD_DIFA_MUSYAFFA-0.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (606kB)
Abstract
Keterlibatan Anak dalam tindak pidana penyalahgunaan Narkotika semakin mengenaskan hal ini diuktikan dengan data yang diperoleh dari Badan Narkotika Nasional (BNN) pada tahun 2021 mencapai angka 851 kasus kemudian pada tahun 2022 mulai ada penurunan dengan sejumlah angka 766 kasus. Salah satu kasus keterlibatan anak dalam penyalahgunaan Narkotika adalah terjadi pada putusan nomor 006/Pid.Sus-Anak/2024/PN. Smg, terdakwa anak yang berumur 17 tahun dipidana atas perbuatannya dengan pidana penjara selama 2 tahun 6 bulan dan pelatihan kerja. Untuk itu dalam penelitian ini merumuskan (1) Bagaimana penegakan hukum terhadap anak di bawah umur yang terlibat dalam kasus tindak pidana narkotika (Study Kasus Putusan Nomor ; 006/Pid,Sus-anak/2024/PN.Smg)(2) Bagaimana pandangan hukum pidana islam terhadap penegakan hukum terhadap anak di bawah umur yang terlibat dalam kasus tindak pidana narkotika (Study Kasus Putusan Nomor ; 006/Pid,Sus-anak/2024/PN.Smg). Penelitian ini termasuk dalam penelitian hukum penelitian Yuridis Normatif (Metode Penelitian Hukum Normatif) normatif dimana penelitian dilakukan melalui pendekatan yuridis normatif, yaitu pendekatan yang mengacu pada hukum dan peraturan perundang - undangan yang berlaku. Adapun sumber data yang digunakan berupa sumber data sekunder yang dikumpulkan melalui studi kepustakaan (library research) yang selanjutnya dianalisis dengan teknik deskriptif analisis. Hasil penelitian menunjukan dalam hukum positif bahwa anak pelaku seharusnya tidak ditempatkan dalam satu tempat dengan orang dewasa hal ini bertentangan dengan Undang – Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak. Karena dapat merusak masa depan dan dikhawatirkan anak akan mengalami gangguan secara fisik dan mental (psikologi). Kemudian dalam Hukum pidana islam usia anak pelaku telah mencapai tingkat kematangan berfikir atau dalam istilah ushul fiqh dinamakan Ahliyah al Ada’ al kamilah. Hukuman yang tepat dijatuhkan kepada anak adalah jilid/cambuk.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Narkotika; Hukum Pidana Islam; Pertanggungjawaban Pidana; Anak; Hukum positif; Hukum pidana Islam; Putusan pengadilan |
| Subjects: | 300 Social sciences > 340 Law > 345 Criminal law |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > 74231 - Hukum Pidana Islam |
| Depositing User: | Upload Mandiri |
| Date Deposited: | 26 Aug 2026 07:40 |
| Last Modified: | 26 Aug 2026 07:40 |
| URI: | https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/31346 |
Actions (login required)
Downloads
Downloads per month over past year
