Dakwah kultural di Yogyakarta : transformasi tradisi kesenian Jathilan di Jawa
Salsabiila, Aziizah (2025) Dakwah kultural di Yogyakarta : transformasi tradisi kesenian Jathilan di Jawa. Ishlah: Jurnal Ilmu Ushuluddin, Adab dan Dakwah, 6 (2). pp. 353-368. ISSN 2715-6273 (online) 2714-6510 (print) (Unpublished)
SKRIPSI2101016050AZIIZAH_SALSABIILA-0.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (384kB)
Abstract
Penelitian ini membahas transformasi kesenian Jathilan di Yogyakarta sebagai bentuk dakwah kultural yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam ke dalam seni tradisional Jawa. Jathilan, yang awalnya dikenal sebagai pertunjukan bernuansa magis dan mistis, telah mengalami proses adaptasi untuk menyesuaikan dengan ajaran Islam tanpa menghilangkan esensi estetika dan nilai budaya lokalnya. Transformasi ini melibatkan perubahan pada elemen-elemen pertunjukan, seperti narasi, musik dan kostum, dengan mengganti unsur-unsur magis menjadi nilai-nilai Islami yang mendidik. Peran komunitas seni, tokoh agama, dan masyarakat lokal sangat penting dalam proses ini, menjadikan Jathilan sebagai media dakwah yang relevan dan mudah diterima, terutama oleh generasi muda. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi untuk memahami secara mendalam proses transformasi kesenian Jathilan melalui integrasi unsur sholawat. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Teknik analisis data pada penilitian ini yaitu dengan reduksi data, penyajian data berbentuk narasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan seni Jathilan tidak hanya sekedar pertunjukan berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai wadah penyampaian pesan moral dan spiritual yang memberikan dampak positif pada masyarakat yang menontonnya. Unsur-unsur dakwah ditanamkan melalui syair sholawat, doa, dan nilai moral yang terkandung dalam pertunjukan. Adanya syair sholawat dalam kesenian Jathilan memberikan manfaat ketentraman hati dan jiwa sehingga seseorang terhindar dari penyakit mental. Jika kesenian Jathilan tidak ada atau tidak lagi ditampilkan, maka masyarakat berisiko kehilangan salah satu media dakwah kultural yang mampu menyentuh sisi emosional dan spiritual secara halus. Hal ini dapat berdampak pada berkurangnya sarana penyampaian nilai-nilai moral dan keagamaan yang relevan dengan budaya lokal, serta mengakibatkan pudarnya rasa kebersamaan, identitas budaya, dan ketenangan batin yang biasanya diperoleh melalui pertunjukan tersebut.
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Dakwah kultural; Jathilan; Transformas; Tradisi |
| Subjects: | 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.7 Propagation of Islam > 297.74 Dakwah |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Komunikasi > 70232 - Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI) |
| Depositing User: | Upload Mandiri |
| Date Deposited: | 26 Aug 2026 02:17 |
| Last Modified: | 26 Aug 2026 02:26 |
| URI: | https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/31369 |
Actions (login required)
Downloads
Downloads per month over past year
