Respons ormas-ormas Islam di Indonesia terhadap konsep Kalender Hijriah Global Tunggal

Abdul Aziz, Muhammad (2025) Respons ormas-ormas Islam di Indonesia terhadap konsep Kalender Hijriah Global Tunggal. Masters thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

[thumbnail of Tesis_23020680015MUHAMMAD_ABDUL_AZIZ] Text (Tesis_23020680015MUHAMMAD_ABDUL_AZIZ)
SKRIPSI23020680015MUHAMMAD_ABDUL_AZIZ-0.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (3MB)

Abstract

Konsep Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) tentang satu hari satu tanggal dalam satu matlak global telah memicu perdebatan di kalangan ormas-ormas Islam di Indonesia. Beberapa ormas-ormas Islam yang turut serta dalam diskusi ini antara lain; Nahdlatul Ulama, Al-Jam'iyatul Washliyah, Mathlaul Anwar, Rifaiyyah, Lembaga Dakwah Islam Indonesia, Persatuan Islam, Persatuan Umat Islam, Al-Irsyad Al-Islamiyyah, dan Muhammadiyah. Perdebatan ini terfokus pada penerapan satu matlāk global dalam penentuan awal bulan Ramadan, Syawal, dan Dżulhijjāh serta konsep unifikasi kalender Hijriah secara internasional.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep KHGT dan respons sejumlah ormas-ormas |Islam terhadap konsep tersebut, dengan rumusan masalah, yaitu: 1) Bagaimana konsep Kalender Hijriah Global Tunggal? 2) Bagaimana respons ormas-ormas Islam di Indonesia terhadap konsep Kalender Hijriah Global Tunggal?
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, yang mana memakai pendekatan deskriptif analisis untuk menggambarkan kondisi yang terjadi. Serta penelitian ini menggunakan data primer yang meliputi wawancara secara mendalam baik dengan ketua, sekretaris, maupun anggota Falakiyah ormas-ormas Islam. Penelitian ini menyimpulkan, pertama, konsep Kalender Hijriah Global Tunggal adalah kalender yang menerapkan prinsip satu hari satu tanggal untuk seluruh dunia serta memandang seluruh permukaan bumi sebagai satu matlak. Kedua, respons ormas-ormas Islam Indonesia terhadap konsep Kalender Hijriah Global Tunggal adalah Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama menolak disebabkan Kalender Hijriah Global Tunggal belum siap diterapkan karena belum ada kesepakatan global. Persatuan Islam merespons menolak konsep Kalender Hijriah Global Tunggal dinilai kurang efektif secara astronomi, sehingga sistem Bizonal lebih memungkinkan untuk menyelaraskan perbedaan waktu. Muhammadiyah merespon mengharap akan adanya implementasi dari Kalender Hijriah Global Tunggal dan dapat diterima secara global. Beberapa ormas-ormas Islam, seperti al-Jamiatul washliyah, matla’ul anwar, rifa’iyah, lembaga da’wah islam indonesia, persatuan umat islam, dan al-irsyad al-islamiyyah menghendaki kajian mendalam terhadap konsep Kalender Hijriah Global Tunggal agar tidak menimbulkan polemik dan tetap mempertimbangkan maslahat serta prinsip maqashid syariah.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Ormas-ormas Islam; Konsep Kalender Hijriah Global Tunggal
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.2 Islam Doctrinal Theology, Aqaid and Kalam > 297.26 Islam and secular disciplines > 297.265 Islam and natural science (Incl. Islamic Astronomy/Ilmu Falak)
Divisions: Program Pascasarjana > Program Master (S2) > 50102 - Ilmu Falak (S2)
Depositing User: Upload Mandiri
Date Deposited: 29 Aug 2026 06:01
Last Modified: 29 Aug 2026 06:01
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/31405

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics