Konsep kafā’ah pada tradisi pernikahan Awak Samo Awak di Minangkabau perspektif maqāṣid asy-syarī’ah : studi kasus Nagari Lubuk Gadang, Kab. Solok Selatan, Prov. Sumatera Barat
Putri, Reza Indriani (2025) Konsep kafā’ah pada tradisi pernikahan Awak Samo Awak di Minangkabau perspektif maqāṣid asy-syarī’ah : studi kasus Nagari Lubuk Gadang, Kab. Solok Selatan, Prov. Sumatera Barat. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.
SKRIPSI2102016123REZA_INDRIANI_PUTRI-0.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (2MB)
Abstract
Pada dasarnya kafā’ah adalah kesetaraan didalam pernikahan antara laki-laki dan perempuan, namun didalam Kompilasi Hukum Islam tidak mengakui adanya kafā’ah didalam pernikahan kecuali setara didalam agama. Pada tradisi atau kebiasaan pernikahan awak samo awak di Minangkabau adalah kesetaraan yang menekankan pada aspek keturunan dan nasab didalam pernikahan. Adapun objek penelitian ini penulis mengambil Nagari Lubuk Gadang, Kecamatan Sangir Kabupaten Solok Selatan, dimana masih menekankan pada praktek pernikahan awak samo awak (sesama minang).
Adapun pokok permasalahannya dalam penulisan skripsi ini adalah,1) Bagaimana konsep kafā’ah pada tradisi pernikahan awak samo awak di Minangkabau khususnya di Nagari Lubuk Gadang. 2) Bagaimana konsep kafā’ah pada tradisi pernikahan awak samo awak di Minangkabau Nagari Lubuk Gadang perspektif Maqāṣid Asy-Syarī’ah.
Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitan lapangan (field research), data yang didapatkan langsung ditempat penelitian, yaitu di Nagari Lubuk Gadang Kecamatan Sangir Kabupaten Solok Selatan. Data primer dalam penelitian berupa hasil wawancara dengan tokoh adat di Nagari Lubuk Gadang. Jenis penelitian adalah penelitian kualitatif dengan Pendekatan normative empiris. Teknik analisis data yang dilakukan menggunakan metode deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tradisi pernikahan awak samo awak di Minangkabau memiliki keterkaitan dengan konsep kafā’ah didalam pernikahan. Karena sama-sama mempertimbangkan aspek nasab dan keturunan didalam pernikahan. Adapun pernikahan awak samo awak ketika dilihat dari perspektif Maqāṣid Asy-Syarī’ah, bahwa pernikahan ini juga memberikan kemaslahatan bagi individu, masyarakat dan adat itu sendiri.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kafā’ah; Pernikahan awak samo awak; Maqāṣid asy-Syarī’ah |
| Subjects: | 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.5 Islamic ethics, practice > 297.57 Religious experience, life, practice > 297.577 Marriage and family life |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > 74230 - Hukum Keluarga Islam (Ahwal al-Syakhsiyyah) |
| Depositing User: | Upload Mandiri |
| Date Deposited: | 31 Aug 2026 07:13 |
| Last Modified: | 31 Aug 2026 07:13 |
| URI: | https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/31426 |
Actions (login required)
Downloads
Downloads per month over past year
