Akulturasi agama dan tradisi jawa: implementasi nilai dakwah spiritual dan sosial pada tradisi wetonan masyarakat Karanglo Tuban

Abida, Shofwa Nur (2025) Akulturasi agama dan tradisi jawa: implementasi nilai dakwah spiritual dan sosial pada tradisi wetonan masyarakat Karanglo Tuban. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

[thumbnail of SKRIPSI2101016017SHOFWANURABIDA] Text (SKRIPSI2101016017SHOFWANURABIDA)
SKRIPSI2101016017SHOFWANURABIDA-0.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB)

Abstract

Tradisi wetonan merupakan tradisi masyarakat Jawa yang dilakukan untuk memperingati hari lahir seseorang berdasarkan kalender Jawa, yaitu gabungan antara hari dan pasaran (legi, pahing, pon, wage, dan kliwon) yang disebut sebagai weton. Tradisi wetonan merupakan wujud nyata akulturasi antara ajaran Islam dan budaya lokal yang terus berkembang di tengah masyarakat Karanglo. Namun, di sisi lain, tradisi wetonan masih dianggap memiliki nilai-nilai yang menyimpang secara keagamaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk akulturasi yang terjadi serta implementasi nilai dakwah spiritual dan sosial dalam tradisi wetonan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah masyarakata Karanglo yang mengikuti tradisi tersebut dari 3 dusun, yaitu Dusun Karang Mulya, Karang Agung, dan Karang Rejo. Adapun masyarakat yang menjadi objek utama adalah tokoh agama, ketua RT, orang tua, dan anak yang telibat dalam acara wetonan. Hasil dari penelitian yang penulis lakukan, yaitu (1) Bentuk akulturasi dalam tradisi wetonan tercermin dari tahap persiapan dan pelaksanaan. Pada tahap persiapan, akulturasi antara budaya Hindu, Budha, dan Islam yang terwujud dari bentuk bucu tulak dan sesaji. Pada tahap pelaksanaan terdapat akulturasi antara budaya Jawa dan Islam yang terwujud dari doa dan kobul hajat. (2) Dalam tradisi wetonan terdapat sarana penyampaian nilai dakwah spiritual dan sosial. Nilai tauhid terimplementasi dalam pembacaan doa Al-Fatihah dan selawat nabi, nilai persaudaraan terimplementasi dari mengundang warga ke rumah satu persatu dan pembagian bucu tulak, dan nilai keadilan terimplementasi dari pembagian makanan secara merata, serta keadilan ekonomi. Berdasarkan hasil tersebut diketahui akulturasi dalam tradisi wetonan berupa implementasi dakwah spiritual dan sosial berupa 3 aspek.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Akulturasi; Tradisi Wetonan; Nilai Dakwah
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.7 Propagation of Islam
200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.7 Propagation of Islam > 297.74 Dakwah
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi > 70232 - Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI)
Depositing User: Upload Mandiri
Date Deposited: 02 Sep 2026 04:44
Last Modified: 02 Sep 2026 04:44
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/31463

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics