Caring masculinity di media sosial: studi pada akun instagram @bapak2id
Syarifah, Devi Mawaridu (2025) Caring masculinity di media sosial: studi pada akun instagram @bapak2id. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.
SKRIPSI2106026148DEVI_MAWARIDU_SYARIFAH-0.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (3MB)
Abstract
Perubahan pandangan mengenai maskulinitas telah menciptakan ruang bagi munculnya konsep caring masculinity, yaitu bentuk maskulinitas yang menekankan pada empati, emosional, dan relasi. Caring masculinity mengacu pada peran pria yang memiliki rasa kepedulian untuk perubahan dan kesetaraan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena akun Instagram @bapak2id yang merepresentasikan peran ayah modern secara unik dan empatik, jauh dari stereotip maskulin tradisional. Melalui konten yang humoris namun sarat nilai-nilai pengasuhan, akun ini menyajikan narasi yang menggambarkan keterlibatan pria dalam ranah domestik. Penelitian ini berangkat dari pertanyaan tentang bagaimana narasi caring masculinity direpresentasikan, alasan kemunculannya, serta dampaknya terhadap pengikut akun tersebut.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode netnografi. Data dikumpulkan melalui observasi konten Instagram @bapak2id, wawancara dengan tim kreator, serta dokumentasi berbagai unggahan dan interaksi pengguna. Proses analisis dilakukan dengan merujuk pada teori representasi Stuart Hall, khususnya konsep encoding dan decoding dalam membongkar bagaimana makna caring masculinity dikonstruksi oleh kreator dan ditafsirkan oleh audiens. Analisis dilakukan dengan mereduksi dan menginterpretasi data visual dan teks yang tersedia secara publik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa akun Instagram @bapak2id merupakan ruang representasi digital yang efektif dalam membentuk dan menyebarkan narasi caring masculinity. Akun ini berhasil menghadirkan bentuk maskulinitas peduli yang tidak bergantung pada dominasi, kekuatan fisik, atau jarak emosional, tetapi mengedepankan nilai kepedulian, empati, dan keterlibatan dalam kehidupan keluarga. Narasi tersebut dikemas melalui pendekatan visual yang santai, caption yang komunikatif, serta humor ringan sehingga membuat konten lebih mudah diterima oleh khalayak luas. Representasi ini memperlihatkan bagaimana pengelola akun melakukan proses encoding sebagaimana dijelaskan dalam teori representasi Stuart Hall, yaitu menyampaikan pesan tentang laki-laki yang peduli melalui simbol-simbol yang dapat dikenali dan dikaitkan oleh audiens. Selain itu, hasil decoding yang terlihat dari respons pengikut menunjukkan penerimaan dan pengaruh positif terhadap narasi caring masculinity ini. Pengikut dari berbagai latar belakang merespons konten dengan antusias melalui komentar, tanda suka, dan berbagi pengalaman pribadi. Mereka menganggap bahwa representasi laki-laki peduli tidak lagi tabu atau bertentangan dengan nilai maskulin yang selama ini dikonstruksi secara patriarkis. Banyak pengikut laki-laki yang mengungkapkan keinginan untuk mengambil peran lebih besar dalam pengasuhan anak dan membangun relasi emosional yang lebih kuat dengan keluarga. Hal ini menunjukkan bahwa @bapak2id tidak hanya berfungsi sebagai media informasi, tetapi juga sebagai ruang diskusi dan refleksi bagi laki-laki untuk membentuk identitas sosial baru di era digital.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Caring masculinity; Instagram; ayah; media sosial |
| Subjects: | 300 Social sciences > 302 Social interaction |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Politik > 69201 - Sosiologi |
| Depositing User: | Upload Mandiri |
| Date Deposited: | 27 Aug 2026 01:45 |
| Last Modified: | 27 Aug 2026 01:51 |
| URI: | https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/31477 |
Actions (login required)
Downloads
Downloads per month over past year
