Kemenangan kotak kosong berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 126/PUU-XXII/2024 pada pilkada serentak dengan calon tunggal dan implikasinya terhadap berkurangnya masa jabatan kepala daerah terpilih dengan pilkada ulang

FEBRIAN, M. YUSUP (2025) Kemenangan kotak kosong berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 126/PUU-XXII/2024 pada pilkada serentak dengan calon tunggal dan implikasinya terhadap berkurangnya masa jabatan kepala daerah terpilih dengan pilkada ulang. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

[thumbnail of Skripsi_2102056060M_Yusup_Febrian] Text (Skripsi_2102056060M_Yusup_Febrian)
SKRIPSI2102056060M_YUSUP_FEBRIAN-0.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (3MB)

Abstract

Mahkamah Konstitusi menjatuhkan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 126/PUU-XXII/2024 dengan memberikan kemenangan pada kotak kosong dan mengharuskan dilakukan Pilkada ulang, sehiingga kepala daerah terpilih hasil Pilkada ulang akan menjabat dalam waktu yang tersisa dari masa jabatannya. Putusan ini menimbulkan permasalahan konstitusional karena berpotensi mengurangi masa jabatan kepala daerah secara tidak proporsional, dan menimbulkan ketidakpastian hukum serta disharmoni pelaksanaan pemerintahan daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pertimbangan hakim dalam putusan tersebut dan implikasinya terhadap masa jabatan kepala daerah terpilih dalam Pilkada ulang.

Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan metode penelitian kualitatif yang menitikberatkan pada analisis hukum berdasarkan peraturan perundang-undangan, putusan pengadilan, dan doktrin hukum. Data berupa studi kepustakaan dan bahan hukum primer, sekunder, dan tersier dikumpulkan dengan Teknik dokumentasi. Selanjutnya dianalisis secara interpretative dan kualitatif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa putusan Mahkamah Konstitusi telah memenuhi prinsip legalitas dan bertujuan menjaga kualitas demokrasi substantif, namun berimplikasi terhadap masa jabatan kepala daerah. Ketidaksamaan masa jabatan dan ketidaksinkronan pelantikan kepala daerah berdampak pada perencanaan pembangunan jangka menengah dan pelaksanaan program strategis. Dengan demikian, tata kelola pemerintahan daerah tetap dapat berjalan secara demokratis, efektif, dan berkeadilan.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Kotak kosong; pilkada serentak; Mahkamah Konstitusi
Subjects: 300 Social sciences > 340 Law > 342 Constitutional and administrative law
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > 74201 - Ilmu Hukum
Depositing User: Upload Mandiri
Date Deposited: 13 Aug 2026 02:05
Last Modified: 13 Aug 2026 02:09
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/31504

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics