Implementasi dakwah fardiah sebagai upaya disengagement mantan narapidana terorisme : studi kasus Yayasan Persadani Semarang

Yuliarsah, Shava (2025) Implementasi dakwah fardiah sebagai upaya disengagement mantan narapidana terorisme : studi kasus Yayasan Persadani Semarang. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

[thumbnail of Skripsi_2101016060_Shava_Yuliarsih] Text (Skripsi_2101016060_Shava_Yuliarsih)
SKRIPSI2101016060SHAVA_YULIARSIH-0.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB)

Abstract

Disengagement merupakan upaya untuk mencegah mantan narapidana terorisme untuk tidak kembali lagi ke kelompok sebelumnya tanpa harus menuntut perubahan ideologi melainkan melalui perubahan perilaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis implementasi dakwah fardiah sebagai upaya disengagement mantan narapidana terorisme di Yayasan Persadani Semarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan tiga cara yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data dari 4 mantan narapidana terorisme dan keluarga, serta 1 Penyuluh Agama. Keabsahan data diperoleh melalui ketekunan pengamatan yang dilakukan oleh penulis dan triangulasi data.
1. Implementasi dakwah fardiah sebagai upaya disengagement mantan narapidana terorisme dapat dilihat dari tahapan dan karakteristik dakwah fardiah sendiri. Tahapannya yaitu a) Perkenalan, pada tahap ini da’i berusaha memahami secara mendalam kondisi mantan narapidana terorisme. b) Meluruskan pemahaman dan membentuk kecenderungan, pada tahap ini yang dilakukan meliputi: dialog intensif seputar ajaran agama dan prinsip hidup berdampingan, serta penanaman nilai-nilai positif. Karakteristik dakwah fardiah yaitu a) Mukhatabah (berbincang-bincang) dan Muwajahah (tatap muka) dengan pendekatan santai dan terbuka. b) Istimrariyah (keberlanjutan dakwah) yang berfokus pada pendampingan jangka panjang sejak mantan napiter keluar dari penjara sampai proses reintegrasi berlangsung. c) Penyampaian pesan secara berulang-ulang dan fleksibel dalam setiap interaksi dengan mantan napiter. 2. Hasil dari implementasi dakwah fardiah ini menunjukkan keberhasilan disengagement dalam empat aspek. Pertama, aspek perubahan perilaku, terlihat dari berhentinya keterlibatan dalam kekerasan dan munculnya penyesalan. Kedua, aspek reintegrasi sosial, terlihat dari diterimanya mantan napiter oleh masyarakat dan keaktifan mereka dalam bersosialisasi hingga dapat dipercaya menjadi ketua RT dan RW setempat. Ketiga, aspek stabilitas ekonomi, tercermin dari meningkatnya kemandirian ekonomi dan tercukupinya kebutuhan sehari-hari. Keempat, aspek dukungan psikologis, berupa tumbuhnya semangat hidup, kepercayaan diri dan terbuka dengan pendapat orang lain. Dengan demikian, terlihat bahwa implementasi dakwah fardiah mampu menjadi upaya disengagement mantan narapidana terorisme.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Dakwah fardiah; narapidana terorisme; Disengagement
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.7 Propagation of Islam > 297.74 Dakwah
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi > 70232 - Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI)
Depositing User: Upload Mandiri
Date Deposited: 14 Aug 2026 09:50
Last Modified: 14 Aug 2026 09:57
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/31532

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics