Respon masyarakat terhadap praktik pengelolaan taman nasional kawasan gunung merbabu : studi pada masyarakat di Desa Batur, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang
Salma, Ummu Khoer (2025) Respon masyarakat terhadap praktik pengelolaan taman nasional kawasan gunung merbabu : studi pada masyarakat di Desa Batur, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.
SKRIPSI2106026146UMMU_KHOER_SALMA-0.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (4MB)
Abstract
Batur adalah desa di lereng Gunung Merbabu yang wilayahnya termasuk daerah enclave
(perkampungan dalam hutan) di Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang. Hutan di kawasan
Gunung Merbabu dikelola oleh Taman Nasional. Masyarakat Desa Batur sudah sejak dahulu
memanfaatkan sumber daya hutan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Regulasi pengelolaan
Taman Nasional melakukan pembatasan akses masyarakat terhadap sumber daya hutan. Oleh
karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memahami praktik pengelolaan Taman Nasional dan
mengetahui respon masyarakat Batur terhadap praktik pengelolaan Taman Nasional.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field research) dengan metode kualitatif
dan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi,
wawancara, dan dokumentasi. Adapun jenis wawancara yang digunakan adalah wawancara tidak
terstruktur, dengan teknik penentuan informan melalui metode snowball. Sementara itu teknik
analisis data pada penelitian ini dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan
kesimpulan. Secara substantif analisis pada penelitian ini menggunakan Teori Pilihan Rasional
dari James S. Coleman.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik pengelolaan Taman Nasional berprinsip pada
konservasi alam yang diatur dalam Undang-Undang No. 5 Tahun 1990 tentang KSDAE.
Pembatasan akses hutan dengan sistem zonasi, patroli perlindungan dan pengamanan kawasan
konservasi serta pemanfaatan sumber daya di lakukan oleh pengelola taman nasional yang
bertujuan menjaga ekosistem. Adapun respon masyarakat Batur terhadap praktik pengelolaan
taman nasional tercermin dalam dalam upaya mereka mencari jalan tengah antara kebutuhan
ekonomi, dan tuntutan konservasi ekologis. Dengan kata lain, tindakan masyarakat merupakan
hasil kalkulasi pertimbangan rasional terhadap manfaat dan risiko, yang dilandasi oleh konteks
sosial dan budaya setempat, bukan sekadar pilihan yang didasarkan pada logika ekonomi semata.
Lebih lanjut masyarakat Batur merupakan aktor rasional yang mampu mengelola dilema antara
konservasi dan pemanfaatan sumber daya secara baik. Mereka memiliki kemampuan
menyeimbangkan kepentingan pragmatis dan pelestarian lingkungan berdasarkan norma adat.
Masyarakat Batur juga tidak hanya bereaksi secara pasif terhadap kebijakan konservasi, melainkan
juga memberi wacana strategi pengelolaan hutan yang partisipatif seperti PHBM (Pengeloaan
Hutan Bersama Masyarakat). Strategi ini mengakomodasi kepentingan ekologis dan sosial
ekonomi secara simultan.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | masyarakat; Taman Nasional; Desa Batur; wisata |
| Subjects: | 300 Social sciences > 302 Social interaction |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Politik > 69201 - Sosiologi |
| Depositing User: | Upload Mandiri |
| Date Deposited: | 15 Aug 2026 03:34 |
| Last Modified: | 15 Aug 2026 03:40 |
| URI: | https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/31536 |
Actions (login required)
Downloads
Downloads per month over past year
