Tinjauan maqāṣid al-syarī‘ah terhadap pemenuhan hak perempuan dan anak pascaperceraian : studi pada Pengadilan Agama Blora terkait implementasi surat ketetapan (SK) Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama Nomor: 1960/DjA/HK.00/6/2021
Thoyibatun, Siti Nur (2025) Tinjauan maqāṣid al-syarī‘ah terhadap pemenuhan hak perempuan dan anak pascaperceraian : studi pada Pengadilan Agama Blora terkait implementasi surat ketetapan (SK) Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama Nomor: 1960/DjA/HK.00/6/2021. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.
SKRIPSI2102016133SITI_NUR_THOYIBATUN-0.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (8MB)
Abstract
Peningkatan angka perceraian di Indonesia berdampak serius terhadap keberlangsungan hak perempuan dan anak, terutama dalam aspek pemenuhan nafkah dan perlindungan pascaperceraian. Dalam banyak kasus, mantan suami tidak memenuhi kewajiban ekonominya, sementara mantan istri kurang memahami cara memperjuangkan hak secara hukum. Untuk mengatasi hal tersebut, Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama menerbitkan Surat Ketetapan Nomor: 1960/DjA/HK.00/6/2021 sebagai landasan yuridis untuk menjamin hak-hak perempuan dan anak. Berdasarkan hal demikian, penelitian ini menelusuri 2 (dua) hal: yaitu bagaimana implementasi SK Ditjen Badan Peradilan Agama Nomor: 1960/DjA/HK.00/6/2021 dalam upaya pemenuhan hak perempuan dan anak pascaperceraian di Pengadilan Agama Blora, serta bagaimana tinjauan Maqāṣid Al-Syarī‘ah terhadap efektivitas implementasi SK Ditjen Badan Peradilan Agama Nomor: 1960/DjA/HK.00/6/2021 terkait pemenuhan hak perempuan dan anak pascaperceraian di Pengadilan Agama Blora.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah normatif-empiris dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui studi kepustakaan, observasi langsung, serta wawancara dengan Ketua Majelis Hakim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Majelis Hakim telah melaksanakan kewenangan ex officio secara profesional, memutuskan hak-hak seperti nafkah iddah, mutʿah, dan nafkah anak hingga dewasa secara terukur dan progresif. Hal tersebut mencerminkan prinsip-prinsip utama Maqāṣid Al-Syarīʿah, yaitu Ḥifẓ al-Dīn (memelihara agama) Ḥifẓ al-Nafs (memelihara jiwa), Ḥifẓ al-‘Aql (memelihara akal), Ḥifẓ al-Māl (memelihara harta), dan Ḥifẓ al-Nasl (memelihara keturunan).
Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi antara norma hukum positif, kebijakan administratif, dan nilai-nilai etika Islam untuk mencapai keadilan substantif dan melindungi kelompok rentan. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi kontribusi bagi akademisi, praktisi hukum, dan pembuat kebijakan dalam merumuskan pendekatan yang lebih responsif terhadap kebutuhan perempuan dan anak pascaperceraian.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Hak Perempuan; anak pascaperceraian; maqāṣid al-syarīʿah; SK Ditjen Badilag Nomor: 1960/DjA/HK.00/6/2021. |
| Subjects: | 300 Social sciences > 340 Law > 346 Private law |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > 74230 - Hukum Keluarga Islam (Ahwal al-Syakhsiyyah) |
| Depositing User: | Upload Mandiri |
| Date Deposited: | 15 Aug 2026 03:57 |
| Last Modified: | 15 Aug 2026 04:03 |
| URI: | https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/31540 |
Actions (login required)
Downloads
Downloads per month over past year
