Analisis hukum positif dan hukum pidana Islam terhadap pelaku pembunuhan karena membela diri : studi Kasus Polrestabes Semarang

Putri, Amelia (2025) Analisis hukum positif dan hukum pidana Islam terhadap pelaku pembunuhan karena membela diri : studi Kasus Polrestabes Semarang. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

[thumbnail of Skripsi_2102026069_Amelia_Putri] Text (Skripsi_2102026069_Amelia_Putri)
SKRIPSI2102026069AMELIA_PUTRI-0.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB)

Abstract

Kasus pembunuhan yang terjadi di wilayah polrestabes Semarang tepatnya di Desa Tambangan, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, melibatkan hubungan antara ayah sebagai pelaku dan anak kandung sebagai korbannya. Uniknya, pada kasus tersebut pelaku tidak dijerat pasal tentang pembunuhan, melainkan diberikan sanksi pidana bebas karena dianggap bertindak dalam rangka membela diri. Lalu bagaimana seharusnya hukum Islam memandang sanksi pidana bebas terhadap tindakan pembunuhan yang dilakukan atas dasar pembelaan diri, khususnya dalam konteks hubungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sanksi pidana bebas bagi pelaku pembunuhan karena membela diri dalam hukum positif dan hukum pidana Islam.
Penelitian ini menggunakan penelitian lapangan dengan sumber yang dikumpulkan adalah data primer yang diperoleh secara langsung dari narasumber yang berhubungan langsung dengan kasus yaitu penyidik di polrestabes Semarang serta penasihat hukum yang menangani kasus tersebut.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam hukum positif, pembunuhan karena membela diri yang terjadi di wilayah polrestabes Semarang tepatnya di Desa Tambangan, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, dapat dikecualikan dari pertanggungjawaban pidana telah memenuhi unsur-unsur pembelaan terpaksa sebagaimana diatur dalam Pasal 49 KUHP. Sementara itu, dalam hukum pidana Islam berdasarkan Q.S Al-Baqarah ayat 194 mengizinkan individu untuk melakukan pembelaan diri terhadap serangan yang ditujukan kepada mereka serta telah memenuhi syarat dalam pembelaan khusus (daf’us-sha’il) dapat dibebaskan dari hukuman. Hukum positif Indonesia maupun hukum pidana Islam memberikan ruang pembenaran terhadap tindakan pembunuhan dalam pembelaan diri, dengan syarat tertentu yang sudah diatur.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Pembunuhan; membela diri; hukum positif; hukum pidana Islam.
Subjects: 300 Social sciences > 340 Law > 345 Criminal law
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > 74231 - Hukum Pidana Islam
Depositing User: Upload Mandiri
Date Deposited: 19 Aug 2026 09:30
Last Modified: 19 Aug 2026 09:34
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/31604

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics