Kriteria awal waktu subuh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Barat : perspektif normatif, sosiologis dan politis

Solikhah, Amalia (2025) Kriteria awal waktu subuh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Barat : perspektif normatif, sosiologis dan politis. Masters thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

[thumbnail of Tesis_23020680019DPAMALIA_SOLIKHAH] Text (Tesis_23020680019DPAMALIA_SOLIKHAH)
SKRIPSI23020680019DPAMALIA_SOLIKHAH-0.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (3MB)

Abstract

Penetapan awal waktu Subuh merupakan aspek krusial dalam ibadah umat Islam, karena berkaitan langsung dengan keabsahan salat dan puasa. Di Indonesia, Kementerian Agama menetapkan waktu Subuh berdasarkan posisi matahari -20° di bawah ufuk. Namun, pada tahun 2022, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Barat menetapkan kriteria baru dengan posisi -18°, disertai imbauan untuk menunda azan Subuh selama 8 menit. Kebijakan ini memicu respons beragam dari masyarakat dan organisasi keagamaan, serta menimbulkan perdebatan dalam ranah sosial dan politik.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dasar normatif dan astronomis yang melandasi perubahan kriteria tersebut, serta menganalisis dinamika sosial-politik yang menyertainya. Penelitian ini juga menjelaskan bagaimana otoritas keagamaan daerah merumuskan kebijakan berbasis ijtihad kolektif sebagai respons terhadap perkembangan ilmu dan kebutuhan masyarakat.
Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan sosiologi hukum, normatif-falakiyah, dan politik identitas. Data dikumpulkan melalui studi dokumen dan wawancara mendalam dengan tokoh-tokoh kunci, seperti anggota Komisi Fatwa MUI, akademisi, dan tokoh masyarakat, lalu dianalisis dengan pendekatan tematik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan kriteria oleh MUI Sumatera Barat merupakan bentuk ijtihad berbasis observasi astronomis dan pertimbangan maslahat. Kebijakan ini menimbulkan ketegangan sosial akibat ketidaksinkronan jadwal azan dan perbedaan sikap antarormas. Secara politis, fatwa ini mencerminkan afirmasi identitas keulamaan lokal serta dinamika relasi antara otoritas pusat dan daerah dalam konteks otoritas keagamaan.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Waktu Subuh; Fatwa MUI; Fajar shadiq; Astronomi Islam; Konflik sosial; Legitimasi keulamaan
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.2 Islam Doctrinal Theology, Aqaid and Kalam > 297.26 Islam and secular disciplines > 297.265 Islam and natural science (Incl. Islamic Astronomy/Ilmu Falak)
Divisions: Program Pascasarjana > Program Master (S2) > 50102 - Ilmu Falak (S2)
Depositing User: Upload Mandiri
Date Deposited: 03 Sep 2026 06:37
Last Modified: 03 Sep 2026 06:37
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/31634

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics