Studi kritis atas penafsiran ayat-ayat wasathiyyah Prof. Quraish Shihab dalam buku wasathiyyah wawasan Islam tentang moderasi beragama : perspektif metodologi Islah Gusmian
Azzafran, Nafis Alanam (2025) Studi kritis atas penafsiran ayat-ayat wasathiyyah Prof. Quraish Shihab dalam buku wasathiyyah wawasan Islam tentang moderasi beragama : perspektif metodologi Islah Gusmian. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.
SKRIPSI2104026074NAFIS_ALANAM_AZZAFRAN-0.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (2MB)
Abstract
Agama sering menjadi topik sensitif yang memicu konflik, terutama jika dipahami secara sempit dan ekstrem. Di Indonesia yang majemuk, tantangan seperti radikalisme dan intoleransi masih muncul, terutama akibat salah penafsiran terhadap teks keagamaan, seperti ayat jihad. Ali Fauzi, mantan anggota Jamaah Islamiyah, menyebut ekstremisme lahir dari kesalahpahaman ini. Penelitian ini menawarkan perspektif alternatif melalui gagasan wasat}iyyah Quraish Shihab, seorang ulama yang dikenal sebagai mufassir moderat, cendekiawan Muslim, dan pendidik yang berperan besar dalam menyebarkan pemahaman Islam yang inklusif dan toleran. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana Quraish Shihab memandang moderasi beragama serta untuk mengetahui metodologi tafsir yang digunakan Quraish Shihab, dengan menggunakan kerangka metodologi tafsir Islah Gusmian sebagai alat analisisnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan penelitian kepustakaan (library research) serta memanfaatkan teknik dokumentasi sebagai metode pengumpulan data. Data primer berasal dari buku “Wasat}iyyah Wawasan Islam Tentang Moderasi Beragama” dan “Khazanah Tafsir Indonesia: Dari Heremenetika hingga Ideologi.” Data sekunder meliputi jurnal, buku-buku, dan penelitian terkait. Dalam menganalisis data-data yang telah terkumpul sebelumnya, penulis menggunakan teknik deskriptif-analitis. Hasil penelitian ini terdapat dua poin, yang pertama mengenai gagasan wasat}iyyah Quraish Shihab dan yang kedua mengenai metodologi tafsirnya: Bahwa wasat}iyyah adalah adalah sikap adil, seimbang, dan toleran dalam beragama, berpolitik, dan kehidupan sosial, tanpa bersikap ekstrem atau berlebihan. Konsep wasat}iyyah Quraish Shihab adalah pendekatan adil dan seimbang dalam memahami dan mengamalkan Islam secara utuh. Bagi beliau, ini adalah prinsip utama dalam cara berpikir dan bersikap seorang Muslim, bukan sekadar menolak ekstremisme. Prinsip-prinsip wasat}iyyah menurut Quraish Shihab adalah mencerminkan ajaran Islam yang menekankan keseimbangan, keadilan, toleransi, dan sikap tengah dalam beragama. Pada aspek metodologi, penyajiannya menggunakan tematik modern singular. bentuk penyajian tafsir, penyajian global. Gaya bahasa penulisan, penulisan populer. Bentuk penulisan, penulisan ilmiah. Dikarang oleh individu. Dari aspek hermeneutik menggunakan metode tafsir pemikiran. Nuansa penafsiranya menggunakan sosial-kemasyarakatan dan teologis moderat. pendekatanya menggunakan pendekatan kontekstual.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Wasathiyyah; metodologi tafsir; Quraish Shihab |
| Subjects: | 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.1 Sources of Islam > 297.12 Al-Quran and Hadith > 297.122 Al-Quran > 297.1226 Interpretation and Criticism |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > 76231 - Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Upload Mandiri |
| Date Deposited: | 22 Aug 2026 04:24 |
| Last Modified: | 22 Aug 2026 04:34 |
| URI: | https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/31718 |
Actions (login required)
Downloads
Downloads per month over past year
