Tinjauan maslaḥah terhadap tradisi larangan perkawinan turus blandar : studi kasus di Desa Bandungrejo Kecamatan Karanganyar Kabupaten Demak

Afwa, Ihsan Syifa'ul (2025) Tinjauan maslaḥah terhadap tradisi larangan perkawinan turus blandar : studi kasus di Desa Bandungrejo Kecamatan Karanganyar Kabupaten Demak. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

[thumbnail of Skripsi_2102016152_Ihsan_Syifaul_Afwa] Text (Skripsi_2102016152_Ihsan_Syifaul_Afwa)
SKRIPSI2102016152IHSAN_SYIFAUL_AFWA-0.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (3MB)

Abstract

Penelitian ini membahas tradisi larangan perkawinan turus blandar yang diyakini oleh masyarakat Desa Bandungrejo, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak. Larangan ini merujuk pada kepercayaan bahwa pasangan yang hendak melangsungkan akad tidak diperbolehkan apabila posisi rumah kedua mempelai berada dalam satu garis lurus dengan arah hadap yang sama, seperti sama-sama menghadap ke timur. Hal tersebut diyakini dapat membawa musibah dalam kehidupan rumah tangga. Meskipun tidak memiliki dasar dalam hukum Islam maupun hukum positif, larangan ini tetap dilestarikan sebagai bagian dari adat dan kearifan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk praktik larangan turus blandar serta menganalisisnya melalui pendekatan Maṣlaḥah dalam hukum Islam.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan normatif-empiris, karena menggabungkan analisis norma hukum dengan realitas sosial di masyarakat. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terhadap tokoh agama, tokoh masyarakat, serta pelaku perkawinan yang mengalami langsung larangan turus blandar. Data juga diperoleh melalui dokumentasi dan kajian literatur. Analisis data dilakukan secara deskriptif-kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada praktiknya sebagian masyarakat masih memegang teguh larangan perkawinan turus blandar karena alasan kepercayaan, adat, dan pengalaman turun-temurun. Dalam perspektif maṣlaḥah, larangan ini tidak memenuhi syarat karena bersifat lokal, bertentangan dengan prinsip tauhid, dan tidak berdampak luas terhadap perlindungan jiwa, agama, atau keturunan. Oleh karena itu, tradisi ini termasuk maṣlaḥah mulghāh (kemaslahatan yang tertolak).

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Turus Blandar; maṣlaḥah; perkawinan; adat Jawa; hukum Islam.
Subjects: 300 Social sciences > 340 Law > 346 Private law
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > 74230 - Hukum Keluarga Islam (Ahwal al-Syakhsiyyah)
Depositing User: Upload Mandiri
Date Deposited: 08 Aug 2026 04:57
Last Modified: 08 Aug 2026 05:02
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/31733

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics