No marital rape : hubungan seksual ideal suami-istri

Fauzi, Moh. (2025) No marital rape : hubungan seksual ideal suami-istri. In: Perempuan di simpang jalan kekerasan seksual. The UINSA Press, Surabaya, pp. 1-17. ISBN E-ISBN : 978-602-332-205-3

[thumbnail of Fauzi-No_Marital_Rape_Hubungan_Seksual_Ideal_Suami_Istri] Text (Fauzi-No_Marital_Rape_Hubungan_Seksual_Ideal_Suami_Istri)
Fauzi-No_Marital_Rape_Hubungan_Seksual_Ideal_Suami_Istri.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (654kB)

Abstract

Marital rape atau perkosaan dalam perkawinan merupakan isu yang menimbulkan perdebatan dalam relasi seksual suami-istri, terutama mengenai persoalan hak, kewajiban, persetujuan, dan pemaksaan hubungan seksual. Artikel ini mengkaji hubungan seksual suami-istri dalam perspektif Islam dengan menjawab tiga persoalan utama, yaitu apakah hubungan seksual merupakan hak atau kewajiban suami-istri, apakah pemaksaan hubungan seksual dalam perkawinan dapat dikategorikan sebagai perbuatan pidana (jinayat), dan bagaimana Islam memberikan prinsip hubungan seksual yang ideal bagi pasangan suami-istri. Kajian ini menggunakan pendekatan kepustakaan dengan menganalisis pemikiran dan literatur fikih, khususnya pandangan Faqihuddin Abdul Qadir, Mohammad Shabbir, Tutik Hamidah, serta pemikiran ulama klasik mengenai relasi seksual dalam perkawinan. Hasil kajian menunjukkan bahwa hubungan seksual dalam Islam pada prinsipnya merupakan hak sekaligus kewajiban bersama antara suami dan istri yang harus dilaksanakan berdasarkan ketersalingan (*mubadalah*), saling memahami, kasih sayang, dan komunikasi. Hubungan seksual tidak semestinya ditempatkan sebagai hak mutlak salah satu pihak yang dapat dipaksakan kepada pihak lainnya. Meskipun artikel ini berpijak pada pandangan bahwa istilah *marital rape* tidak dikenal sebagai tindak pidana perkosaan dalam ikatan perkawinan menurut hukum pidana Islam, pemaksaan hubungan seksual dalam kondisi yang dilarang atau membahayakan pasangan tetap merupakan perbuatan yang berdosa dan bertentangan dengan prinsip pergaulan yang baik. Hubungan seksual yang ideal karenanya adalah hubungan yang dilakukan atas dasar kehendak dan kerelaan kedua belah pihak, dengan memperhatikan kondisi fisik, psikologis, kesehatan, serta kebutuhan seksual masing-masing pasangan.

Item Type: Book Section
Uncontrolled Keywords: Marital rape; Hubungan seksual; Suami-istri; Hukum pidana Islam; Mubadalah
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.5 Islamic ethics, practice > 297.57 Religious experience, life, practice > 297.577 Marriage and family life
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Politik > 67201 - Ilmu Politik
Depositing User: Miswan Miswan
Date Deposited: 12 Sep 2026 02:33
Last Modified: 12 Sep 2026 02:34
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/31753

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics