Pendapat dan metode istinbaṭ hukum Sayyid Sabiq mengenai pembatasan dan larangan poligami

Nasirin, A. Irkham (2025) Pendapat dan metode istinbaṭ hukum Sayyid Sabiq mengenai pembatasan dan larangan poligami. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

[thumbnail of SKRIPSI2102016115A_IRKHAM_NASIRIN] Text (SKRIPSI2102016115A_IRKHAM_NASIRIN)
SKRIPSI2102016115A_IRKHAM_NASIRIN-0.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh beberapa negara yang melarang dan membatasi poligami, misalnya: UU The Turkish Civil Code 1926 yang melarang poligami secara mutlak; draf pembatasan poligami yang diajukan pada Undang-Undang Keluarga Mesir No. 25 tahun 1920 dan Undang-Undang No. 20 tahun 1929; dan pendapat Muhammad Abduh yang memperbolehkan pemimpin negara untuk melarang poligami secara mutlak. Sementara Sayyid Sabiq justeru menolak adanya pembatasan dan larangan poligami dalam bentuk apapun sebagaimana dijelaskan secara rinci dalam kitabnya Fiqh al-Sunnah. Atas dasar tersebut, terdapat dua rumusan masalah dalam penelitian ini, yaitu: 1) bagaimana pendapat Sayyid Sabiq mengenai pembatasan dan larangan poligami? dan 2) bagaimana metode istinbaṭ hukumnya dalam pembatasan dan larangan poligami tersebut? Jenis penelitian ini adalah penelitian keputakaan, dengan pendekatan ushul fiqh. Sumber data diperoleh dari karya Sayyid Sabiq dan karya lain yang mendukung penelitian ini. Teknik pengumpulan datanya menggunakan metode dokumentasi. Analis datanya menggunakan metode deskriptif. Penelitian ini menyimpulkan, pertama penolakan pembatasan dan pelarangan poligami oleh Sayyid Sabiq didasarkan pada tiga argumentasi: 1) Solusi penanganan dampak buruk poligami bukanlah dengan melarangnya, melainkan dengan mengedukasi tentang hukum-hukum agama; 2) Maḍarat melarang poligami lebih besar dari pada memperbolehkannya; dan 3) Umat Islam (ulama) sejak generasi pertama hingga sekarang masih melakukan poligami dan belum pernah ada yang mencoba membatasi atau melarangnya. Kedua, metode istinbaṭ hukum yang digunakan Sayyid Sabiq adalah 1) Ma’nawi dengan beberapa variasi, yakni a) Istiḥsan Istiṡnai dengan menganggap edukasi lebih baik dari melarang poligami; b) Istiṣlahi dengan menyandarkan pada kaidah إِرْتِكَابُ أَخَفِّ الضَّرُرَيْن; dan c) sadd dzari'ah berargumen bahwa lebih baik memperbolehkan poligami dari pada melarangnya, dan tidak selayaknya untuk mempersempit rahmat allah yang mengandung banyak keistimewaan dan keutamaan.; dan 2) Lughawi/Lafdzi dengan mengkorelasikan dampak buruk dan solusi dari poligami dengan makan dan minum.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Ushul fikih; Poligami; Perkawinan dalam Islam; Sayyid Sabiq; Metode Istinbaṭ
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 202 Doctrines of religions
200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.5 Islamic ethics, practice > 297.57 Religious experience, life, practice > 297.577 Marriage and family life
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > 74230 - Hukum Keluarga Islam (Ahwal al-Syakhsiyyah)
Depositing User: Upload Mandiri
Date Deposited: 13 Oct 2026 03:23
Last Modified: 13 Oct 2026 03:23
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/31795

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics