Makna tradisi sesaji kopi dan implikasinya terhadap dakwah kultural pada masyarakat di Desa Tegorejo Kecamatan Pegandon Kabupaten Kendal
Aziz, Miladiah Jafier (2025) Makna tradisi sesaji kopi dan implikasinya terhadap dakwah kultural pada masyarakat di Desa Tegorejo Kecamatan Pegandon Kabupaten Kendal. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.
SKRIPSI2101016086MILADIAH_JAFIER_AZIZ-0.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (2MB)
Abstract
Perkembangan zaman dan arus globalisasi yang semakin pesat, masyarakat Indonesia tetap mempertahankan berbagai tradisi lokal yang diwariskan secara turun-temurun. Salah satu bentuk kearifan lokal yang masih dijaga hingga kini adalah tradisi sesaji kopi yang terus dilestarikan oleh warga Desa Tegorejo Kecamatan Pegandon Kabupaten Kendal. Permasalahan yang menjadikan penelitian ini menarik adalah munculnya pandangan yang menganggap tradisi tersebut bertentangan dengan ajaran islam, karena dianggap sebagai bentuk warisan animisme. Dengan adanya transformasi makna dalam tradisi sesaji kopi, menimbulkan tantangan tersendiri dalam upaya mempertahankan nilai budaya tanpa menyimpang dari prinsip-prinsip Islam serta mempertahankan efetivitas dakwah pada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna tradisi sesaji kopi dan implikasinya terhadap dakwah kultural di tengah masyarakat yang menjunjung tinggi budaya Jawa. Tradisi ini dilaksanakan setiap malam Jumat Kliwon sebagai bentuk penghormatan kepada arwah leluhur dan wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Sumber data primer berasal dari sesepuh desa, tokoh agama, masyarakat pelaku tradisi, dan generasi muda. Sumber data sekunder berasal dari berbagai referensi seperti buku, jurnal, artikel, dan sejenisnya. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Data dianalisis menggunakan tiga tahap yaitu, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1. tradisi sesaji kopi telah mengalami transformasi makna yaitu unsur-unsur yang bersifat mistis telah digantikan oleh unsur keislaman seperti pembacaan doa Islam, yasin, dan tahlil. Tradisi sesaji kopi mengandung makna dalam empat aspek: aspek agama sebagai wujud rasa syukur kepada Allah dan bentuk penghormatan kepada leluhur; aspek sosial sebagai sarana memperkuat solidaritas; aspek budaya sebagai sarana pewarisan nilai-nilai leluhur; dan aspek simbolik sebagai cara pandang masyarakat Jawa terhadap kehidupan. 2. Implikasi makna tradisi sesaji kopi terhadap dakwah kultural pada masyarakat Desa Tegorejo yaitu menunjukkan tradisi sesaji kopi dapat dijadikan media dakwah kultural yang lebih efektif dengan mengintegrasikan nilai Islam seperti rasa syukur, silaturahmi, dan tawakkal dengan budaya lokal sehingga memberikan efek dakwah yaitu meningkatkan pemahaman keislaman masyarakat, menumbuhkan sikap positif terhadap dakwah kultural, dan mendorong perilaku keagamaan seperti doa bersama dan silaturahmi.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Tradisi Sesaji Kopi; Dakwah Kultural; Transformasi Makna; Implikasi |
| Subjects: | 200 Religion (Class here Comparative religion) > 204 Religious experiences, life, practice 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.7 Propagation of Islam > 297.74 Dakwah |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Komunikasi > 70232 - Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI) |
| Depositing User: | Upload Mandiri |
| Date Deposited: | 28 Sep 2026 08:26 |
| Last Modified: | 28 Sep 2026 08:26 |
| URI: | https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/31812 |
Actions (login required)
Downloads
Downloads per month over past year
