Kemelencengan arah kiblat di musala SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) : Studi Kasus Musala SPBU di Kecamatan Bodeh, Comal, Petarukan, Taman, dan Pemalang

Cahyadi, Ahmad (2025) Kemelencengan arah kiblat di musala SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) : Studi Kasus Musala SPBU di Kecamatan Bodeh, Comal, Petarukan, Taman, dan Pemalang. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

[thumbnail of SKRIPSI2102046056AHMAD_CAHYADI] Text (SKRIPSI2102046056AHMAD_CAHYADI)
SKRIPSI2102046056AHMAD_CAHYADI-0.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (3MB)

Abstract

Keakuratan arah kiblat sangat penting dalam pelaksanaan ibadah shalat, terutama di tempat ibadah umum seperti musala yang terdapat di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Musala SPBU memerlukan arah kiblat yang tepat agar ibadah dapat dilaksanakan sesuai syariat, mengingat penggunaannya oleh masyarakat dari beragam daerah dalam perjalanan. Terdapat ketidaktepatan atau Kemelencengan arah kiblat pada beberapa musala SPBU di wilayah Kabupaten Pemalang, khususnya di Kecamatan Bodeh, Comal, Petarukan, Taman, dan Pemalang. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kemelencengan arah kiblat di musala-musala tersebut sekaligus menganalisis faktor penyebab terjadinya kemelencengan.
Pengumpulan data dilakukan melalui metode observasi, wawancara, dokumentasi, dan pengukuran arah kiblat, dalam kerangka penelitian lapangan deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian terdiri atas 12 musala SPBU yang tersebar di lima Kecamata, Kabupeten Pemalang. Hasil pengukuran arah kiblat dihitung berdasarkan koordinat geografis masing-masing musala untuk menentukan tingkat kemelencengan.
Temuan penelitian mengungkap bahwa mayoritas musala SPBU di wilayah Kabupeten Pemalang mengalami kemelencengan arah kiblat dengan rata- rata besaran 7°, musala yang kemelencengannya paling sedikit yaitu 0° atau bisa dikatakan lurus arah kiblatnya berada di musala SPBU 44.523.20 Kaligelang dan Kemelencengan paling besar sebesar 30° di musala SPBU 44.523.05 Sugihwaras. Ada dua musala masih berada dalam batas toleransi syariat, seperti SPBU Pertamina 44.523.03 Petarukan dengan besaran 1°dan di musala SPBU 44.523.20 Kaligelang,kemelencengan arah kiblatnya. Namun terdapat 83% yaitu sejumlah 10 SPBU yang melebihi batas toleransi sehingga memerlukan rekontruksi arah kiblatnya. Faktor-faktor penyebab kemelencengan arah kiblat antara lain kurangnya pemahaman pengelola SPBU mengenai metode penentuan arah kiblat yang akurat, penggunaan metode tradisional tanpa alat ukur yang mampuni, dan tidak adanya konsultasi dengan ahli falak atau lembaga resmi terkait penentuan arah kiblat.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Kemelencengan; Arah kiblat; Musala; SPBU
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.2 Islam Doctrinal Theology, Aqaid and Kalam > 297.26 Islam and secular disciplines > 297.265 Islam and natural science (Incl. Islamic Astronomy/Ilmu Falak)
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > 50202 - Ilmu Falak
Depositing User: Upload Mandiri
Date Deposited: 16 Oct 2026 01:07
Last Modified: 16 Oct 2026 01:07
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/31823

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics