Pengaruh Fatwa MUI Nomor 4 Tahun 2003 tentang standardisasi fatwa halal terhadap penggunaan nama buruk pada produk makanan halal: studi terhadap gerai makanan di Kecamatan Ngaliyan

Anniqoh, Wafiq (2025) Pengaruh Fatwa MUI Nomor 4 Tahun 2003 tentang standardisasi fatwa halal terhadap penggunaan nama buruk pada produk makanan halal: studi terhadap gerai makanan di Kecamatan Ngaliyan. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

[thumbnail of SKRIPSI2102036004WAFIQ_ANNIQOH] Text (SKRIPSI2102036004WAFIQ_ANNIQOH)
SKRIPSI2102036004WAFIQ_ANNIQOH-0.PDF - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (9MB)

Abstract

Islam memerintahkan umatnya untuk memakan makanan yang halal dan baik (thoyyib). Salah satu bentuk kebaikan dalam konteks makanan adalah dengan memberi nama-nama baik pada makanan. Hal ini sebagaimana dikehendaki oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui Fatwa Nomor 4 Tahun 2003 tentang Standarisasi Fatwa Halal. Pada bagian keempat, fatwa ini secara khusus mengatur larangan penggunaan nama dan/atau simbol yang mengarah kepada kekufuran, kebatilan, serta unsur-unsur yang diharamkan. Namun dalam praktiknya, khususnya di Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, masih ditemukan sejumlah produk makanan yang menggunakan nama-nama buruk yang tidak sesuai dengan fatwa. Maka penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menjawab pertanyaan, 1) bagaimanakah efektivitas Fatwa MUI Nomor 4 Tahun 2003 tentang Standarisasi Fatwa Halal, khususnya bagian keempat, terhadap penggunaan nama buruk pada produk makanan halal di Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, dan 2) Apa saja faktor yang mempengaruhi efektifitas fatwa tersebut terhadap penggunaan nama buruk pada produk makanan halal di Kecamatan Ngaliyan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pada keabsahan data peneliti menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Fatwa MUI Nomor 4 Tahun 2003 tentang Standarisasi Fatwa Halal, khususnya bagian keempat, tidak berjalan efektif. 2) Ketidakefektifan fatwa ini disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya: a) lemahnya struktur hukum, yakni struktur hukum dalam fatwa, seperti MUI, Komisi Fatwa, dan LPPOM MUI, yang belum optimal dalam sosialisasi dan pengawasan, sehingga ditemukan masyarakat yang tidak mengetahui keberadaan maupun substansi fatwa. b) Lemahnya budaya hukum pada pelaku usaha dan konsumen di Kecamatan Ngaliyan, khususnya dalam konteks penamaan makanan, yang cenderung tidak mengindahkan nilai-nilai syariah dalam penamaan makanan dan lebih mengutamakan daya tarik pasar.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Fatwa MUI; Standarisasi; Nama buruk; Makanan halal; Produksi makanan
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.3 Islamic Worship / Ibadah > 297.39 Other Practices (Incl. Halal Food, Syirik, Munafiq)
200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.5 Islamic ethics, practice > 297.56 Specific moral issues
200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.5 Islamic ethics, practice > 297.57 Religious experience, life, practice
300 Social sciences > 340 Law > 344 Social, labor, welfare, and related law
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > 74234 - Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah)
Depositing User: Upload Mandiri
Date Deposited: 13 Oct 2026 03:46
Last Modified: 13 Oct 2026 03:46
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/31850

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics