Pembuatan bioplastik pati biji nangka-selulosa serabut siwalan (Borassus flabelifer L) dengan gliserol sebagai plasticizer
Syaadah, Hanik (2025) Pembuatan bioplastik pati biji nangka-selulosa serabut siwalan (Borassus flabelifer L) dengan gliserol sebagai plasticizer. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.
SKRIPSI2108036023HANIK_SYAADAH-0.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (2MB)
Abstract
Masalah limbah plastik konvensional yang sulit terurai menjadi latar belakang perlunya pengembangan bioplastik ramah lingkungan berbahan alami. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis dan mengkarakterisasi bioplastik dari pati biji nangka dan selulosa serabut siwalan (Borassus flabellifer L), serta mengkaji pengaruh penambahan selulosa dan gliserol terhadap sifat mekanik, daya serap air, dan biodegradasi bioplastik. Pati diekstrak dari biji nangka menggunakan metode perendaman dan pengendapan, sedangkan selulosa diperoleh dari serabut siwalan melalui proses delignifikasi dan bleaching. Bioplastik dibuat dengan metode melt intercalation tiga variasi yaitu bioplastik pati biji nangka (BPN), bioplastik pati biji nangka-selulosa serabut siwalan (BPN-S), dan bioplastik pati biji nangka-selulosa serabut siwalan-gliserol (BPN-S-G) yang dikarakterisasi menggunakan FTIR, uji kekuatan mekanik (uji kuat tarik dan persen elongasi), uji daya serap air, dan uji biodegradasi dalam tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi selulosa sebanyak 25% dapat meningkatkan kuat tarik bioplastik pati biji nangka namun pada konsentrasi yang tinggi yaitu 50%,75%, dan 100% dapat menurunkan nilai kuat tarik. Sedangkan penambahan gliserol dapat meningkatkan nilai elongasi bioplastik namun menurunkan nilai kuat tarik. Daya serap air menurun seiring peningkatan konsentrasi selulosa sedangkan penambahan gliserol dapat menurunkan nilai daya serap. Bioplastik pati biji nangka-selulosa serabut siwalan dengan sifat mekanik terbaik adalah bioplastik pati 2,5 g, selulosa 75% dengan kuat tarik 9,91 MPa dan nilai persen elongasi 2,16%. Sedangkan bioplastik pati biji nangka-selulosa serabut siwalan-gliserol (BPN-S-G) dengan sifat mekanik terbaik yaitu BPN-S-G dengan penambahan gliserol 0,5 ml dengan kuat tarik sebesar 6,74 MPa dan elongasi sebesar 3,00 % yang terdegradasi selama 25 hari. Berdasarkan data, nilai elongasi dan waktu terdegradasi sudah memenuhi SNI 7188:7:2014 dan SNI 7188.7:2022, namun belum memenuhi berdasarkan nilai kuat tarik sehingga diperlukan adanya penambahan komposit lain atau penambahan variasi pada selulosa dan gliserol.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Bioplastik; Pati biji nangka; Selulosa; Serabut Siwalan; Gliserol |
| Subjects: | 500 Natural sciences and mathematics > 540 Chemistry and allied sciences > 546 Inorganic chemistry |
| Divisions: | Fakultas Sains dan Teknologi > 47201 - Kimia |
| Depositing User: | Upload Mandiri |
| Date Deposited: | 14 Oct 2026 01:11 |
| Last Modified: | 14 Oct 2026 01:11 |
| URI: | https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/31862 |
Actions (login required)
Downloads
Downloads per month over past year
