Resiliensi akademik mahasiswa akhir dan implikasinya terhadap pengembangan program konseling sebaya Di LBKI

Husna, Muhammad Azilil (2025) Resiliensi akademik mahasiswa akhir dan implikasinya terhadap pengembangan program konseling sebaya Di LBKI. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

[thumbnail of SKRIPSI_1801016046_MUHAMMAD_AZILIL_HUSNA] Text (SKRIPSI_1801016046_MUHAMMAD_AZILIL_HUSNA)
SKRIPSI1801016046MUHAMMAD_AZILIL_HUSNA-0.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB)

Abstract

Resiliensi akademik merupakan ketangguhan seseorang dalam menghadapi berbagai tugas akademik dalam lingkungan pendidikan. Resiliensi akademik dalam dunia pendidikan sangat dibutuhkan apalagi pada mahasiswa semester akhir. Untuk meningkatkan Resiliensi akademik dipengaruhi beberapa faktor diantaranya: faktor eksternal yaitu keluarga, teman atau yang lain. Kemudian faktor internal yaitu kemampuan dari sendiri seperti optimis, kedisiplinan, dan konsisten, dan cara pengelolaan stress saat kesulitan dalam mengerjakan tugas akhir. Kedua faktor tersebut dapat dibentuk melalui konseling sebaya yaitu saling membantu serta memperhatikan secara interpersonal diantara teman sebaya yang dilakukan oleh individu non-profesional dalam bidang layanan konseling yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui resiliensi akademik mahasiswa semester akhir, dan untuk mengetahui implikasi Resiliensi akademik terhadap pengembangan program konseling sebaya di LBKI. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus.. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik validitas data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Teknik analisis data menggunakan data reduction, data display, data conclution.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan: 1. Mahasiswa semester akhir memiliki resiliensi yang buruk, yang ditandai berdasarkan indikator resiliensi diantaranya: penyesuaian diri: tidak bisa menyesuaian diri dengan keadaan sebagai mahasiswa akhir, ketangguhan: malas mengerjakan skripsi, kecerdasan menghadapi kesulitan: tidak dapat membedakan hal yang penting dan tidak penting, penyelesaian masalah: tidak berani untuk melakuan bimbingan skripsi. Dan ada dua faktor yang mempengaruhi resiliensi yaitu faktor internal, faktor yang ada dalam diri sendiri, misalnya seperti motivasi dan kepercaan diri dalam diri, dan faktor eksternal adanya dukungan dari luar misalnya seperti keluarga atau teman sebaya. 2. Dukungan teman sebaya menjadi faktor penting yang mempengaruhi relisiensi akademik mahasiswa semester akhir yang terkendala, sehingga konseling sebaya menjadi hal yang penting untuk dikembangkan. Hal ini penting artinya bagi LBKI untuk memberikan konseling sebaya secara berkelanjutan kepada semua mahasiswa, terutama mahasiswa semester akhir.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Konseling sebaya; Resiliensi akademik; Mahasiswa
Subjects: 100 Philosophy and psychology > 150 Psychology > 158 Applied psychology
300 Social sciences > 370 Education > 378 Higher education > 378.1 Organisasi dan aktivitas perguruan tinggi (dosen, staf, mahasiswa, kurikulum)
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi > 70232 - Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI)
Depositing User: Upload Mandiri
Date Deposited: 23 Oct 2026 07:41
Last Modified: 23 Oct 2026 07:41
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/31885

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics