Analisis kasus pembunuhan disertai pemerkosaan menurut hukum pidana Islam dan hukum positif (studi putusan Pengadilan Negeri demak no. 140/pid.b/2022/pn dmk)

Umitdhavala, Saydimas (2025) Analisis kasus pembunuhan disertai pemerkosaan menurut hukum pidana Islam dan hukum positif (studi putusan Pengadilan Negeri demak no. 140/pid.b/2022/pn dmk). Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

[thumbnail of SKRIPSI_2102026066_SAYDIMAS_UMITDHAVALA] Text (SKRIPSI_2102026066_SAYDIMAS_UMITDHAVALA)
SKRIPSI2102026066SAYDIMAS_UMITDHAVALA-0.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (7MB)

Abstract

Terjadi suatu tindak pidana yang sangat keji, yang mana perbuatan tersebut sangat dilarang dalam Hukum Positif maupun Hukum Islam. Perbuatan tersebut yakni pembunuhan berencana yang disertai pemerkosaan. Perbuatan tersebut terjadi di salah satu daerah demak. Peneliti sangat tertarik untuk mengkaji bagaimana vonis untuk tindak pidana permbunuhan berencana yang disertai pemerkosaan. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau bagaimana dasar pertimbangan hakim dalam memberikan sanksi dan menganalisis kasus pemerkosaan dan pembunuhan dalam konteks Hukum Positif dan Hukum Pidana Islam.
Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara dengan hakim (data primer), studi pustaka, dan dokumentasi putusan pengadilan (data sekunder). Analisis dilakukan secara sistematis untuk menilai pertimbangan hakim dalam putusan No. 140/Pid.B/2022/PN.Dmk serta relevansinya dengan prinsip hukum pidana Islam
Putusan Pengadilan Negeri Demak Nomor 140/Pid.B/2022/PN.Dmk menjatuhkan pidana 19 tahun penjara kepada terdakwa SH atas tindak pidana pembunuhan berencana sesuai dengan Pasal 340 KUHP. Namun, pemerkosaan yang juga terbukti secara hukum tidak diproses secara terpisah, meskipun telah memenuhi unsur Pasal 286 KUHP. Dalam perspektif Hukum Pidana Islam, perbuatan terdakwa tergolong sebagai jarimah al-qatl al-„amd dan zina muhsan. Dalam konteks gabungan jarimah (Ta‟adud al-Jara‟im) mayoritas mazhab fiqh cenderung menerapkan teori penyerapan (al-jabbu), Dimana hukuman ringan diserap yang lebih berat, berarti hukuman pembunuhan (qisash) menjadi sanksi dominan yang mencakup hukuman zina.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Hukum Pidana Islam; Pembunuhan Berencana; Pemerkosaan; Pengadilan Negeri
Subjects: 300 Social sciences > 340 Law > 345 Criminal law
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > 74231 - Hukum Pidana Islam
Depositing User: Upload Mandiri
Date Deposited: 23 Oct 2026 07:54
Last Modified: 23 Oct 2026 07:54
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/31889

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics