Konstruksi sosial masyarakat terhadap banjir : studi di Kelurahan Trimulyo, Kecamatan Genuk, Kota Semarang
Muslimah, Muslimah (2025) Konstruksi sosial masyarakat terhadap banjir : studi di Kelurahan Trimulyo, Kecamatan Genuk, Kota Semarang. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.
SKRIPSI2106026026MUSLIMAH-0.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (2MB)
Abstract
Banjir yang terjadi di Kelurahan Trimulyo, Kecamatan Genuk, Kota Semarang, membentuk konstruksi sosial unik di kalangan masyarakat. Pemahaman terhadap bagaimana masyarakat memaknai dan merespons fenomena ini sangat penting, karena konstruksi sosial tersebut memengaruhi adaptasi dan resiliensi kolektif mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pandangan masyarakat mengenai banjir, dinamika masyarakat yang hidup di daerah banjir, dan upaya masyarakat untuk berdamai dengan banjir.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan. Metode yang digunakan yaitu kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber data dalam penelitian berasal dari data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data yang digunakan menggunakan model Milles dan Huberman yaitu dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dalam penelitian ini menggunakan teori konstruksi sosial yang digagas oleh Berger dan Luckmann.
Hasil penelitian secara signifikan menunjukkan bahwa masyarakat Trimulyo telah menginternalisasikan banjir sebagai bagian tak terpisahkan dari identitas dan lingkungan sosial mereka, bukan sekadar kejadian eksternal. Konsep "berdamai dengan banjir" muncul sebagai respons adaptif yang proaktif, jauh dari kesan pasif. Adaptasi ini membentuk identitas kolektif sebagai komunitas yang tangguh dan aktif dalam mengatasi tantangan bersama. Pertama, proses eksternalisasi terwujud melalui penciptaan narasi dan makna kolektif tentang banjir. Kedua, narasi ini kemudian mengalami objektivasi, mengkristal menjadi realitas yang diterima luas dalam komunitas. Ketiga, realitas yang diobjektivasi ini pada akhirnya diinternalisasi oleh setiap individu, membentuk kesadaran, pandangan hidup, dan perilaku adaptif mereka. Internalisasi ini tidak hanya membentuk penerimaan, tetapi juga mendorong masyarakat menjadi agen perubahan yang aktif mencari solusi mitigasi dan adaptasi yang lebih baik dan berkelanjutan. Hal ini tercermin dari harapan mereka akan "inovasi yang lebih baru" serta "pengerukan dan normalisasi sungai yang jelas" dari pihak berwenang. Siklus eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi ini secara dinamis terus membentuk dan membentuk ulang realitas sosial masyarakat Trimulyo dalam menghadapi tantangan banjir.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Konstruksi sosial; Banjir; Adaptasi masyarakat; Normalisasi |
| Subjects: | 300 Social sciences > 360 Social services; association > 363 Other social problems and services |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Politik > 69201 - Sosiologi |
| Depositing User: | Upload Mandiri |
| Date Deposited: | 14 Oct 2026 01:49 |
| Last Modified: | 14 Oct 2026 01:49 |
| URI: | https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/31898 |
Actions (login required)
Downloads
Downloads per month over past year
