Makna tradisi Sayyang Pattudu di Desa Pandanlor Kebumen dan relevansinya dengan dakwah Islam pada anak
Safitri, Diah Kurnia (2025) Makna tradisi Sayyang Pattudu di Desa Pandanlor Kebumen dan relevansinya dengan dakwah Islam pada anak. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.
SKRIPSI2101016044DIAH_KURNIA_SAFITRI-0.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (3MB)
Abstract
Diah Kurnia Safitri (2101016044), Makna Tradisi Sayyang Pattudu di Desa Pandanlor Kebumen dan Relevansinya dengan Dakwah Islam pada Anak
Tradisi Sayyang Pattudu merupakan tradisi yang dilaksanakan sebagai bentuk penghargaan kepada anak yang telah berhasil mengkhatamkan Al-Quran dengan menunggang kuda dan diarak keliling kampung. Tradisi Sayyang Pattudu tidah hanya dipandang sebagai sarana hiburan saja, namun didalamnya juga sarat akan nilai-nilai keislaman khususnya dalam pelaksanaan dakwah pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk dapat mengetahui makna tradisi Sayyang Pattudu di Desa Pandanlor serta relevansinya dengan dakwah Islam pada anak. Untuk itu, rumusan masalah dalam penelitian ini meliputi pertama, bagaimana makna tradisi Sayyang Pattudu di Desa Pandanlor Kebumen, kedua bagaimana relvansi tradisi di Desa Pandanlor Kebumen dengan dakwah Islam pada anak.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus dan etnografi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, orangtua dan anak-anaks peserta tradisi, serta melalui dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) Tradisi Sayyang Pattudu di Desa Pandanlor memiliki 4 makna, meliputi: (a) Makna religius, yang tercermin dalam rangkaian kegiatan bernuansa Islami seperti Khatmil Qur’an, pembacaan Maulid, doa bersama, serta nilai-nilai seperti ibadah dan syukur; (b) Makna sosial-budaya, tercermin melalui keterlibatan kolektif masyarakat yang memperkuat solidaritas dan kohesi sosial masyarakat; (c) Makna edukatif, sebagai sarana pendidikan karakter anak dalam hal disiplin, tanggungjawab, dan cinta terhadap Al-Quran; dan (d) Makna simbolik, dimana unsur-unsur seperti kuda, iringan musik, serta pakaian sarat akan simbol nilai-nilai Islam dan lokalitas budaya. (2) Relevansi tradisi ini terhadap dakwah Islam pada anak terlihat dari perannya sebagai media dakwah kultural yang menyenangkan dan efektif dalam menanamkan nilai-nilai keislaman secara kontekstual, serta mampu membentuk karakter religius anak sejak usia dini. Selain itu, tradisi ini juga berfungsi sebagai upaya pelestarian budaya Islam lokal di tengah arus globalisasi dan digitalisasi, sekaligus menjawab kebutuhan dakwah yang adaptif terhadap perkembangan zaman dan kondisi psikologis anak. Tradisi Sayyang Pattudu dapat menjadi salah satu bentuk dakwah yang efektif yang relevan dalam masyarakat modern untuk pembentukan karakter religius dan sosial anak sejak dini.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Tradisi Sayyang Pattudu; Dakwah Islam |
| Subjects: | 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.7 Propagation of Islam > 297.74 Dakwah |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Komunikasi > 70232 - Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI) |
| Depositing User: | Upload Mandiri |
| Date Deposited: | 30 Oct 2026 02:27 |
| Last Modified: | 30 Oct 2026 02:50 |
| URI: | https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/31921 |
Actions (login required)
Downloads
Downloads per month over past year
