Interaksi sosial tenaga rehabilitasi dan klien narkotika Di Klinik Pratama Enggal Waras BNN Provinsi Jawa Tengah

Nabilah, Putri (2025) Interaksi sosial tenaga rehabilitasi dan klien narkotika Di Klinik Pratama Enggal Waras BNN Provinsi Jawa Tengah. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

[thumbnail of SKRIPSI2106026079PUTRI_NABILLAH] Text (SKRIPSI2106026079PUTRI_NABILLAH)
SKRIPSI2106026079PUTRI_NABILLAH-0.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB)

Abstract

Penyalahgunaan narkotika masih menjadi tantangan serius di Indonesia, tidak hanya dari sisi medis, tetapi juga sosial. Proses rehabilitasi menjadi salah satu upaya penting dalam mengembalikan fungsi sosial penyalahguna narkotika, di mana interaksi sosial antara tenaga rehabilitasi dan klien memegang peranan sentral. Dalam upaya pemulihan tidak cukup hanya melalui pendekatan medis semata, melainkan juga membutuhkan dukungan psikososial yang kuat. Interaksi sosial yang terjalin selama proses rehabilitasi menjadi jembatan untuk membangun hubungan emosional, menumbuhkan kepercayaan, serta memfasilitasi perubahan perilaku klien. Klinik Rehabilitasi BNN Provinsi Jawa Tengah menjadi salah satu lembaga yang menjalankan fungsi tersebut melalui pendekatan yang komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana bentuk interaksi sosial yang terjadi dalam proses rehabilitasi di BNN Provinsi Jawa Tengah serta dampak dari interaksi tersebut terhadap pemulihan klien.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan berbagai pihak, seperti tenaga rehabilitasi (psikolog, konselor adiksi, dan pekerja sosial), klien rehabilitasi, serta keluarga klien. Pengumpulan data dilakukan secara langsung di lapangan untuk menangkap dinamika interaksi sosial secara menyeluruh dan alami. Analisis data menggunakan teori interaksionisme simbolik dari George Herbert Mead, yang menekankan pentingnya simbol, bahasa, dan makna dalam membentuk proses interaksi antarindividu. Melalui pendekatan ini, peneliti memahami bagaimana klien memaknai peran tenaga rehabilitasi dan bagaimana makna tersebut membentuk perubahan sikap, perilaku, dan identitas sosial mereka.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi sosial antara tenaga rehabilitasi dan klien terbentuk secara bertahap, mulai dari observasi awal, sesi konseling individu dan kelompok, hingga pendampingan pascarehabilitasi. Interaksi ini membantu membangun kepercayaan diri, kedisiplinan, dan motivasi klien untuk menjalani hidup sehat dan produktif. Dampak positif juga terlihat dalam peningkatan kualitas hubungan dengan keluarga, keberanian menghadapi stigma sosial, serta kemampuan klien menjauhi lingkungan lama yang berisiko terhadap kekambuhan. Dengan demikian, interaksi sosial menjadi fondasi penting dalam keberhasilan rehabilitasi dan proses reintegrasi sosial klien ke masyarakat.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Interaksi Sosial; Tenaga Rehabilitasi; Klien; Narkotika; Klinik Rehabilitasi
Subjects: 300 Social sciences > 360 Social services; association > 362 Social welfare problems and services
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Politik > 69201 - Sosiologi
Depositing User: Upload Mandiri
Date Deposited: 15 Oct 2026 07:15
Last Modified: 15 Oct 2026 07:15
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/31934

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics