Pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) di kalangan jurnalis muslim Semarang
Raudatunnisa, Raudatunnisa (2025) Pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) di kalangan jurnalis muslim Semarang. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.
SKRIPSI2101026136DPRAUDATUNNISA-0.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (1MB)
Abstract
Artificial Intelligence (AI) merupakan inovasi dari perkembangan teknologi digital yang dirancang untuk membantu berbagai aspek kebutuhan manusia. Salah satu bidang yang mulai mengadopsi AI sebagai alat bantu adalah jurnalistik. Jurnalistik sendiri merupakan kegiatan mencari, menulis, mengolah, mengedit, dan menyebarkan informasi kepada publik. Dalam konteks jurnalis muslim, kolaborasi antara AI dan praktik jurnalistik harus memperhatikan pedoman Dewan Pers serta nilai-nilai Islam. Oleh karena itu, penting untuk mengkaji bagaimana pemanfaatan AI dalam produksi berita di kalangan jurnalis muslim di Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pemanfaatan AI atau kecerdasan buatan dalam proses produksi berita oleh jurnalis muslim di Semarang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan jurnalis dari beberapa media, yaitu Suara Merdeka, Solopos, Jawa Pos Radar Semarang, dan JPNN.com. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa AI dimanfaatkan oleh para jurnalis muslim sebagai alat bantu dalam tahap pra-produksi. Penggunaan AI meliputi pencarian referensi atau riset, transkrip audio ke dalam bentuk teks, penyusunan draft berita awal, serta pembuatan ilustrasi pendukung. Alat AI yang paling sering digunakan adalah Chat GPT, Gemini, dan Pinpoint, karena ketiganya mudah diakses dan tidak berbayar. Meski begitu, jurnalis muslim tetap membatasi penggunaan AI agar tidak menggantikan peran manusia. Mereka menekan pentingnya prinsip etika jurnalistik dan akurasi dalam penyampaian informasi. Kendala yang dihadapi antara lain keterbatasan AI kurangnya kemampuan menjawab pertanyaan kritis secara akurat. Selain itu, jurnalis muslim belum memanfaatkan AI dalam tahap pasca-produksi karena mereka tidak memiliki kendali atas distribusi berita yang dilakukan oleh sistem AI. Nilai Islam hanya dirujuk sebagai pedoman pribadi, tetapi tidak dijadikan sebagai landasan utama dalam praktik penggunaan AI. Fakta tersebut menunjukkan bahwa adanya keterpisahan antara identitas agama dan praktik jurnalistik dalam menggunakan AI.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Artificial Intelligence; Jurnalis; Produksi berita; Etika jurnalistik |
| Subjects: | 300 Social sciences > 302 Social interaction > 302.2 Komunikasi > 302.23 Media komunikasi, Media massa 300 Social sciences > 302 Social interaction > 302.2 Komunikasi > 302.24 Content |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Komunikasi > 70233 - Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) |
| Depositing User: | Upload Mandiri |
| Date Deposited: | 15 Oct 2026 05:33 |
| Last Modified: | 15 Oct 2026 05:33 |
| URI: | https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/31935 |
Actions (login required)
Downloads
Downloads per month over past year
