Konsep Al-Qur’ān dalam mengatasi quarter life crisis: studi komparatif dalam Tafsir Al-Marāgi dan Tafsir Laṭˊāif Al-Isyārāt
Khoerunnisa, Aie (2025) Konsep Al-Qur’ān dalam mengatasi quarter life crisis: studi komparatif dalam Tafsir Al-Marāgi dan Tafsir Laṭˊāif Al-Isyārāt. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.
SKRIPSI2104026075AIE_KHOERUNNISA-0.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (1MB)
Abstract
Fenomena quarter life crisis (QLC) merupakan salah satu tantangan psikososial yang banyak dialami oleh individu pada fase emerging adulthood, yaitu usia antara 18 hingga 30 tahun. Krisis ini ditandai oleh kebingungan identitas, kecemasan masa depan, dan tekanan sosial yang tinggi. Dalam konteks ini, ajaran al-Qur’ān diyakini memiliki kontribusi signifikan sebagai solusi spiritual dan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana penafsiran dalam kitab tasfsir al-Marāgi dan Laṭˊāif Al-Isyārātar terhadap ayat-ayat al-Qur’ān yang berkaitan dengan quarter life crisis, menganalisis relevansi penafsiran kedua mufasir tersebut dalam kehidupan kontemporer dan klasik, serta merumuskan strategi implementasi ajaran al-Qur’ān dalam mengatasi quarter life crisis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), dan bersifat komparatif. Data primer dalam penelitian ini adalah Tafsir al-Marāgi dan Tafsir Laṭˊāif Al-Isyārāt, dengan fokus pada penafsiran QS. al-Baqarah [2]: 112, QS. al-Baqarah [2]:155, QS. ali-Imran [3]:139, dan QS. al-Insyirah [94]:5–6, sedangkan data sekunder berasal dari buku-buku yang berkaitan dengan tema yang dibahas. Selain itu, merujuk pada kitab tafsir lainnya, artike-artikel dari internet, serta berbagai jurnal yang relevan dengan judul penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua mufasir menekankan pentingnya nilai-nilai spiritual seperti kesabaran, tawakkal, syukur, dan optimisme dalam menghadapi tantangan hidup. Namun terdapat perbedaan penekanan: al- Marāgi lebih menonjolkan aspek sosial dan moral, sedangkan Al-Qusyairī fokus pada aspek pendekatan tasawuf (sufistik) dengan corak isyari, yang menekankan pemaknaan batin atau makna tersirat dari ayat-ayat al-Qur'an, bukan sekadar makna lahiriyah, tetapi juga berupaya mengharmoniskan peran hati (kalbu) dan akal, sehingga penafsirannya menjadi mudah dipahami, karena disampaikan dengan bahasa yang sederhana, jelas. Nilai-nilai seperti kesabaran, keteguhan hati, optimisme, dan keyakinan terhadap pertolongan Allah menjadi inti ajaran yang mampu membantu individu membangun ketahanan emosional dan makna hidup selama menghadapi krisis seperempat abad. Dengan demikian, al-Qur’ān dapat berperan sebagai pedoman yang komprehensif dalam mendampingi proses transisi menuju kedewasaan.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Quarter life crisis; Al-Qur’ān; Tafsir Al-Marāgi; Tafsir Laṭˊāif Al-Isyārāt; Emerging Adulthood |
| Subjects: | 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.1 Sources of Islam > 297.12 Al-Quran and Hadith > 297.122 Al-Quran 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.1 Sources of Islam > 297.12 Al-Quran and Hadith > 297.122 Al-Quran > 297.1226 Interpretation and Criticism |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > 76231 - Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Upload Mandiri |
| Date Deposited: | 15 Oct 2026 05:19 |
| Last Modified: | 15 Oct 2026 05:19 |
| URI: | https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/31956 |
Actions (login required)
Downloads
Downloads per month over past year
