Tinjauan hukum pidana positif dan hukum pidana Islam terhadap penyalahgunaan artificial intelligence (deepfake) sebagai sarana pornografi

Maulana, Muhammad Rizqi (2025) Tinjauan hukum pidana positif dan hukum pidana Islam terhadap penyalahgunaan artificial intelligence (deepfake) sebagai sarana pornografi. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

[thumbnail of SKRIPSI2102026088DPMUHAMMAD_RIZQI_MAULANA] Text (SKRIPSI2102026088DPMUHAMMAD_RIZQI_MAULANA)
SKRIPSI2102026088DPMUHAMMAD_RIZQI_MAULANA-0.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (5MB)

Abstract

Pesatnya perkembangan teknologi informasi telah menghadirkan fenomena baru dalam masyarakat, salah satunya adalah penyalahgunaan artificial intelligence (AI) berupa deepfake sebagai sarana pornografi, yang menimbulkan tantangan serius bagi hukum di Indonesia. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah bagaimana tinjauan hukum pidana Islam terhadap praktik penyalahgunaan deepfake untuk pornografi, serta bagaimana relevansinya dengan hukum positif yang berlaku.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan Jenis Penelitian normatif-empiris dan pendekatan undang-undang. Data diperoleh melalui studi pustaka dan wawancara semi-struktural dengan pelaku penyalahgunaan deepfake, aparat penegak hukum, dan dinas terkait. Analisis dilakukan secara deskriptif-kualitatif untuk menilai efektivitas hukum di lapangan.
Hasil penelitian ini membahas penyalahgunaan teknologi deepfake dari perspektif hukum pidana positif dan hukum pidana Islam. Meskipun belum ada regulasi khusus, UU ITE, UU Pornografi, UU PDP, dan KUHP baru dapat digunakan untuk menjerat pelaku, meski masih menghadapi kendala pembuktian dan keterbatasan forensik digital. Dalam hukum Islam, deepfake dikategorikan sebagai tazwir atau pemalsuan yang memenuhi unsur kesengajaan, tujuan merugikan, dan penyerangan kehormatan (jarimah al-‘ird). Kasus-kasus yang terjadi menunjukkan urgensi regulasi khusus dan peningkatan kapasitas penegak hukum.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Artificial intelligence; Deepfake; Pornografi; Kejahatan siber; Hukum pidana Islam; Hukum positif
Subjects: 300 Social sciences > 340 Law > 345 Criminal law
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > 74231 - Hukum Pidana Islam
Depositing User: Upload Mandiri
Date Deposited: 03 Nov 2026 01:52
Last Modified: 03 Nov 2026 01:52
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/31978

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics