Argumen teologis Dalâil al-Khairât perspektif Al-Ghazali

Husen, Afthon Fikrul (2025) Argumen teologis Dalâil al-Khairât perspektif Al-Ghazali. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

[thumbnail of SKRIPSI1904016086AFTHON_FIKRUL_HUSEN] Text (SKRIPSI1904016086AFTHON_FIKRUL_HUSEN)
SKRIPSI1904016086AFTHON_FIKRUL_HUSEN-0.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB)

Abstract

Dalam era modern yang ditandai dengan kemajuan teknologi dan dominasi rasionalitas, tantangan spiritual dan krisis keimanan menjadi isu yang signifikan di kalangan umat Islam. Arus globalisasi, budaya materialistik, serta pemikiran sekular yang mengesampingkan nilai-nilai religius telah mendorong banyak individu menjauh dari ajaran Islam yang substansial. Di tengah arus tersebut, muncul keraguan terhadap amalan-amalan keagamaan, terutama yang berkaitan dengan aspek ghaib dan non-rasional, seperti doa, zikir, serta pencarian syafaat melalui sholawat. Dalam konteks ini, penting untuk mengkaji ulang kedudukan amalan-amalan tersebut secara teologis dan syar’i, agar tidak mudah dianggap sebagai bid’ah yang menyimpang dari ajaran Islam. Salah satu amalan populer di kalangan umat Muslim, khususnya praktisi tasawuf, adalah pembacaan Dalâil al-Khairât. Kitab ini disusun oleh Imam Muhammad bin Abdullah al-Jazuli dan berisi kumpulan sholawat kepada Nabi Muhammad SAW, yang diamalkan sebagai bentuk cinta kepada Rasulullah serta sarana mendekatkan diri kepada Allah. Selain sholawat, amalan ini juga dilengkapi dengan bentuk riyadhah seperti dzikir dan puasa, yang menjadi elemen penting dalam proses penyucian jiwa. Namun, masih banyak pihak mempertanyakan keabsahan amalan ini dalam perspektif teologi Islam.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis argumen teologis amalan Dalâil al-Khairât dalam perspektif al-Ghazali, serta mengkaji kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip syariat Islam, khususnya menurut mazhab Ahlussunnah wal Jamâ’ah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research), dan menjadikan karya-karya al-Ghazali seperti al-Iqtisâd fi al-I’tiqâd sebagai rujukan utama.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara teologis, amalan Dalâil al-Khairât sejalan dengan pandangan al-Ghazali. Dalam konsep ketuhanan, Allah tetap menjadi satu-satunya dzat yang memberi rahmat dan mengabulkan doa. Sementara Nabi Muhammad SAW diposisikan sebagai perantara (tawasul) dalam upaya mendekatkan diri kepada Allah melalui pembacaan sholawat. Hal ini juga berimplikasi pada aspek syafaat, di mana pembacaan sholawat menjadi media untuk memperoleh syafaat kelak di hari akhir. Dari sisi syariat, amalan ini tidak menyimpang karena termasuk kategori amalan tambahan (nawafil) yang mendukung pelaksanaan ibadah wajib. Praktik seperti dzikir dan puasa dalam Dalâil al-Khairât pun memiliki kemiripan dengan puasa Dawud atau puasa dahr yang mendapat pengakuan dalam hadits shahih. Oleh karena itu, menurut perspektif al-Ghazali dan Ahlussunnah wal Jamâ’ah, amalan ini sah-sah saja diamalkan selama tidak diyakini sebagai kewajiban syar’i.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Argumen teologi; Dalâil al-Khairât; Al-Ghazali; Abdullah al-Jazuli; Sholawat
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.2 Islam Doctrinal Theology, Aqaid and Kalam
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > 76237 - Aqidah Filsafat Islam
Depositing User: Upload Mandiri
Date Deposited: 16 Oct 2026 08:31
Last Modified: 16 Oct 2026 08:31
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/32017

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics