Studi komparatif penafsiran Ḥasad menurut At-Tafsīr Al-Munīr Karya Wahbah Az-Zuḥaylī dan Tafhīm Al-Qur’ān karya Abū Al-A’lā Al-Mawdūdī
Anam, Azka Syariful (2025) Studi komparatif penafsiran Ḥasad menurut At-Tafsīr Al-Munīr Karya Wahbah Az-Zuḥaylī dan Tafhīm Al-Qur’ān karya Abū Al-A’lā Al-Mawdūdī. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.
SKRIPSI2104026055AZKA_SYARIFUL_ANAM-0.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (5MB)
Abstract
Permasalahan yang berkaitan dengan perilaku atau akhlak selalu memiliki relevansi dengan isu-isu sosial dalam masyarakat, karena perilaku dan akhlak menjadi cermin dari tingkat peradaban suatu bangsa. Salah satu perilaku yang umumnya dialami individu pada saat ini adalah penyakit ḥasad atau iri hati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penafsiran ayat-ayat tentang ḥasad menurut At-Tafsīr Al-Munīr Karya Wahbah Az-Zuḥaylī dan Tafhīm Al-Qur’ān Karya Abū Al-A’lā Al-Mawdūdī, serta bagaimana relevansi pemahaman tentang ayat-ayat ḥasad menurut At-Tafsīr Al-Munīr Karya Wahbah Az-Zuḥaylī dan Tafhīm Al-Qur’ān Karya Abū Al-A’lā Al- Mawdūdī dalam konteks kehidupan sosial modern. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yang bersifat kepustakaan (Library Research), dengan mengumpulkan semua data yang berasal dari buku- buku, kamus, artikel-artikel terdahulu yang hasilnya mendekati dengan penelitian ini, dan apabila memungkinkan sumber lain diperlukan, penulis juga akan mengumpulkan dari beberapa jurnal. Metode analisi data yang digunakan yaitu teknik analisis data komparatif yaitu membandingkan ide, pemikiran serta pendapat yang satu dengan yang lainnya yang masih dalam setema, baik yang memiliki pemikiran yang sama maupun pemikiran yang bertentangan. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa, Pertama, penafsiran Wahbah Az-Zuḥaylī Dalam kitab At-Tafsīr Al-Munīr menjelaskan makna ḥasad ini sesuai dengan historis yang telah ada sejak dahulu dengan masih menanamkan aspek spiritualnya, serta menjelaskan dampak buruk sifat ḥasad ini yang dapat menghancurkan fisik maupun mental. Namun ḥasad Ghibṭoh bisa jadi dianggap positif dan bahkan dianjurkan jika digunakan dalam hal kebaikan seperti ilmu dan amal. Sementara, Abū Al-A’lā Al-Mawdūdī dalam kitab Tafhīm Al-Qur’ān tidak menjelaskan makna ḥasad secara jelas dan rinci didalam kitabnya, melainkan ia hanya memberikan solusi cara untuk menghindari sifat ḥasad yang terfokus kepada praktik dan implikasi sosial yang dapat merusak hubungan antar sesama yang dapat memicu koflik dan permusuhan. Keduanya sama-sama berpendapat sama bahwa ḥasad adalah ketika kamu merasa tidak senang atas keberuntungan, keunggulan, atau kualitas baik yang telah Allah berikan kepada orang lain dan mengharapkan lenyapnya nikmat Allah dari saudaramu yang seiman, baik ketika kamu berharap mendapatkan nikmat itu maupun tidak. Kedua, relevansi pemahaman tentang ayat-ayat ḥasad dalam konteks kehidupan sosial modern. Sebagai contohnya, di era media sosial ini, kita selalu terhubung platform media sosial. Akibatnya, sering kali orang-orang yang melihatnya merasa ḥasad atau iri hati dan membandingkan kehidupannya yang selalu merasa kurang dan tidak sebaik orang lain yang dilihatnya di media sosial. Dan juga masih banyak orang-orang yang menggunakan praktik sihir dan kedengkian yang masih ada di berbagai masyarakat saat ini. Orang yang mempunyai sifat ḥasad pasti akan melakukan berbagai cara untuk menghancurkan orang yang di ḥasudinya. Sama seperti halnya yang dijelaskan dalam kitab At-Tafsīr Al-Munīr karya Wahbah Az-Zuḥaylī dan Tafhīm Al-Qur’ān karya Abū Al-A’lā Al-
Mawdūdī tekait penafsiran ayat tentang ḥasad.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Al-Qur'an; Tafsir Al-Qur'an; Ḥasad; Tafsir Al-Munir; Tafhim Al-Qur’an; Sosial |
| Subjects: | 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.1 Sources of Islam > 297.12 Al-Quran and Hadith > 297.122 Al-Quran 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.1 Sources of Islam > 297.12 Al-Quran and Hadith > 297.122 Al-Quran > 297.1226 Interpretation and Criticism |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > 76231 - Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Upload Mandiri |
| Date Deposited: | 15 Oct 2026 05:41 |
| Last Modified: | 15 Oct 2026 05:41 |
| URI: | https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/32021 |
Actions (login required)
Downloads
Downloads per month over past year
