Kritik Sayyid Qutb terhadap penafsiran ilmiah Q.S. Al-Ra’d ayat 41

Maknun, Ibnu lu'lu'al (2025) Kritik Sayyid Qutb terhadap penafsiran ilmiah Q.S. Al-Ra’d ayat 41. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

[thumbnail of SKRIPSI2104026139IBNU_LULU_AL_MAKNUN] Text (SKRIPSI2104026139IBNU_LULU_AL_MAKNUN)
SKRIPSI2104026139IBNU_LULU_AL_MAKNUN-0.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB)

Abstract

Para mufasir kontemporer yang menggunakan pendekatan ilmiah dalam tafsirnya, menafsirkan surat Al-Ra’d ayat 41 dengan pandangan bahwa ayat ini berbicara tentang fenomena geologi, yaitu berkurangnya ujung-ujung bumi atau penyusutan bumi dibagian kutub. Namun, penafsiran ilmiah tersebut mendapat banyak kritik dari para mufasir lain, salah satunya adalah Sayyid Qut}b. Dalam kitabnya Fi> Z{ila>l al-Qur’a>n, Qut}b menegaskan bahwa yang menafsirkan ayat ini dengan tafsir ilmiah adalah “omong kosong”. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis kritik Sayyid Qut}b terhadap penafsiran ilmiah di surat Al-Ra’d ayat 41, serta argumennya terhadap kritiknya. Penelitian ini merupakan penilitian kepustakaan atau library research dan merupakan jenis penelitian kualitatif, yaitu menggunakan materi yang berhubungan dengan permasalahan yang akan diteliti di mana data yang dikumpulkan berasal dari material yang terdapat diperpustakaan seperti buku-buku, dokumen-dokumen, jurnal, artikel, dan informasi lain yang berhubungan dengan judul penelitian. Dari penelitian ini, penulis menemukan bahwa Sayyid Qut}b mengkritik penafsiran ilmiah surat Al-Ra’d ayat 41 dari dua aspek, yaitu aspek metodologis dan aspek konteks ayat. Aspek metodologis menunjukkan bahwa Sayyid Qut}b menolak pendekatan yang terlalu memaksakan sains modern ke dalam penafsiran Al-Qur’an tanpa memperhatikan tujuan dan makna asli dari ayat. Dari sisi konteks ayat, Sayyid Qut}b menekankan pentingnya memahami ayat ini dalam kerangka keseluruhan pesan dakwah dan tantangan yang dihadapi Nabi Muhammad saat itu. Selain itu, kritik Sayyid Qut}b juga diperkuat dengan merujuk kepada atsar-atsar dari para sahabat dan tabi’in, yang memberikan penjelasan mengenai konteks historis dan maknawi surat Al-Ra’d ayat 41. Sehingga menurutnya, penafsiran ilmiah yang terlepas dari konteks ayat berisiko menyimpang dari makna ayat tersebut.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Sayyid Qutb; Tafsir ilmiah; Kritik tafsir
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.1 Sources of Islam > 297.12 Al-Quran and Hadith > 297.122 Al-Quran
200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.1 Sources of Islam > 297.12 Al-Quran and Hadith > 297.122 Al-Quran > 297.1226 Interpretation and Criticism
200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.1 Sources of Islam > 297.12 Al-Quran and Hadith > 297.122 Al-Quran > 297.1229 Individual Suras and Groups of Suras
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > 76231 - Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: Upload Mandiri
Date Deposited: 20 Oct 2026 07:31
Last Modified: 20 Oct 2026 07:31
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/32029

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics