Political branding Agustin-Iswar pada Pilwalkot Semarang tahun 2024
Sakti, Candra Yudha Arta (2025) Political branding Agustin-Iswar pada Pilwalkot Semarang tahun 2024. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.
SKRIPSI2106016045CANDRA_YUDHA_ARTA_SAKTI-0.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (2MB)
Abstract
Pilkada serentak 2024 di Indonesia khususnya Pilwalkot Semarang, menunjukkan dinamika politik yang ketat, terutama dengan penurunan suara PDIP di Semarang pada Pemilu 2024. Pasangan calon Agustin-Iswar menghadapi tantangan dalam membangun identitas dan citra yang kuat di tengah persaingan yang ketat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi branding politik Agustin-Iswar selama masa kampanye dan bagaimana strategi tersebut mencerminkan identitas politik mereka pada Pilwalkot Semarang 2024. Metode Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan jenis penelitian lapangan. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan ketua DPC partai pengusung (PDI-P), ketua tim pemenangan, serta beberapa pemilih di Kota Semarang (mahasiswa dan masyarakat), dilengkapi dengan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan mengacu pada teori pemasaran politik 4P (Product, Price, Place, Promotion) dari Firmanzah. Hasil Strategi branding politik Agustin-Iswar selama masa kampanye menunjukkan pendekatan komprehensif. Product, mereka menawarkan visi "Semarang Bersatu, Semarang Semakin Hebat" dengan 11 program unggulan, Price, dukungan finansial dan non-finansial (MMT promosi, tenaga relawan) diperoleh dari pendukung internal (tim sukses JAGUAR) dan eksternal (Partai Umat, PKN, Hanura, PBB, serta organisasi pemuda seperti Banteng Muda Indonesia dan Taruna Merah Putih). Place, mereka melakukan sosialisasi langsung di kelurahan-kelurahan dan mengadakan kegiatan jalan sehat serta senam bersama, yang efektif membangun kedekatan dan interaksi langsung dengan masyarakat. Promotion, mereka memanfaatkan berbagai media kampanye seperti media sosial (Instagram, TikTok), pamflet, koran, televisi, dan radio. Agustin, meskipun non-Muslim, berhasil membangun citra inklusif melalui "Konser Cinta Semarang Bersatu" dengan kolaborasi tokoh agama, sementara Iswar, seorang Muslim, fokus pada pengajian komunitas skala kecil, menciptakan promosi yang saling melengkapi. Political branding Agustin-Iswar terbukti signifikan dan efektif dalam menarik perhatian serta menggalang dukungan pemilih. Strategi yang terencana dan inklusif, berfokus pada interaksi bermakna dengan masyarakat dan adaptasi terhadap dinamika sosial, menjadi kunci keberhasilan mereka dalam menarik suara pemilih dan berpotensi menciptakan perubahan positif bagi Kota Semarang.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Politik; Branding Politik; Pilwalkot; Agustin-Iswar |
| Subjects: | 300 Social sciences > 320 Political science (Politics and government) 300 Social sciences > 320 Political science (Politics and government) > 324 The political process |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Politik > 67201 - Ilmu Politik |
| Depositing User: | Upload Mandiri |
| Date Deposited: | 21 Oct 2026 02:14 |
| Last Modified: | 21 Oct 2026 02:14 |
| URI: | https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/32049 |
Actions (login required)
Downloads
Downloads per month over past year
