Kata as-sabt dalam Al-Qur'an : analisis semantik toshihiko izutsu
Rizqi, Fahrul (2025) Kata as-sabt dalam Al-Qur'an : analisis semantik toshihiko izutsu. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.
SKRIPSI2104026012DPFAHRUL_RIZQI-0.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (2MB)
Abstract
Penelitian ini mengkaji kata as-Sabt dalam Al-Qur’ān melalui pendekatan Semantik yang dikembangkan oleh Toshihiko Izutsu. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk memahami makna dan nuansa kata as-Sabt dalam konteks kosmos makna Al-Qur’ān, serta melihat hubungan semantik kata tersebut dengan term-term lain yang muncul bersamanya. Penelitian ini menggunakan jenis riset pustaka (library research) serta teknik dokumentasi. Data primer penelitian ini adalah Al-Qur’ān dan buku karya Toshihiko Izutsu dengan judul God and Man in the Koran: Semantics of the Kor’anic Weltanschauung. Dengan menggunakan metode analisis sintagmatik dan paradigmatik, penelitian ini mengungkap bagaimana as-Sabt tidak hanya merujuk pada hari Sabtu sebagai hari ibadah Bani Israil, tetapi juga menyimpan dimensi nilai teologis, historis, dan normatif yang berkaitan dengan kepatuhan, pelanggaran, dan konsekuensi ketuhanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan data primer berupa ayat-ayat Al-Qur’ān yang memuat kata as-Sabt, serta didukung oleh tafsir-tafsir klasik hingga modern seperti karya Ibn Katsir, Ar-Rāzī Sayyid Qutb dan Hamka untuk memperkuat analisis konteks makna. Makna dasar term As-Sabt adalah berhenti, diam, atau tidak bergerak. Sedangkan makna relasionalnya adalah ketetapan, ujian dan ketaatan kepada Allah. Manfaat Penelitian ini memberikan kontribusi pada dunia akademik, khususnya dalam bidang studi Al-Qur’an dan linguistik semantik. Ini juga memperkaya khazanah metodologi tafsir modern yang tidak hanya mengandalkan pendekatan filologis atau normatif, tapi juga mengaitkannya dengan pendekatan makna kebahasaan dan filosofis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makan dasar as-Sabt bukan hanya berfungsi sebagai penanda waktu, tetapi juga sebagai simbol ujian ketakwaan dan identitas syariat yang membedakan umat terdahulu. Weltanschauung Qur’ani dalam konteks As-Sabt menekankan ajaran tentang Tuhan yang Maha Kuasa namun juga Maha Adil, tentang manusia yang memiliki potensi ketaatan dan pembangkangan, tentang pentingnya etika komunal, dan tentang hakikat pengetahuan yang seharusnya menuntun pada kepatuhan, bukan pada tipu daya.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | As-Sabt; Al-Qur’ān; Semantik; Toshihiko Izutsu |
| Subjects: | 200 Religion (Class here Comparative religion) > 204 Religious experiences, life, practice |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > 76231 - Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Upload Mandiri |
| Date Deposited: | 22 Oct 2026 08:47 |
| Last Modified: | 22 Oct 2026 08:47 |
| URI: | https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/32055 |
Actions (login required)
Downloads
Downloads per month over past year
