Metode dakwah K.H. Hasyim Asy'ari: analisis film Sang Kiai
Febrianingsih, Tia (2025) Metode dakwah K.H. Hasyim Asy'ari: analisis film Sang Kiai. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.
SKRIPSI1801016100TIA_FEBRIANINGSIH-0.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (1MB)
Abstract
Agama Islam adalah agama dakwah, artinya agama yang selalu mendorong pengikutnya senantiasa memotivasi dan melakukan kegiatan dakwah. Kemajuan maupun kemunduran umat Islam sangat bergantung dan berkaitan erat dengan kegiatan dakwah yang dilakukannya, karena itu Al-Qur’an dalam menyebut kegiatan dakwah dengan Ahsanu Qaula. Dalam hal ini tugas manusia dalam berdakwah pun harus pandai-pandai memanfaatkan perkembangan teknologi yang ada agar tugas dalam berdakwah semakin mudah, cepat dan dapat dijangkau dengan skala yang lebih luas. Perkembangan media informasi tersebut meliputi media cetak (majalah), audio (radio), dan visual (televisi). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis jihad-jihad yang terdapat dalam film “Sang Kiai”. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan teknik analisis isi. Penelitian kualitatif adalah pendekatan penelitian untuk memahami fenomena sosial, budaya, atau perilaku manusia secara mendalam, sedangkan analisis isi merupakan suatu langkah yang ditempuh untuk memperoleh keterangan dari isi komunikasi yang disampaikan lambang. Analisis isi adalah penelitian yang bersifat pembahasan mendalam terhadap isi suatu informasi tertulis atau tercetak dalam media massa. Dengan bersikap lemah lembut dalam berdakwah, maka didalamny dakwah akan lebih mudah diterima, dan dimengerti oleh mad’u (objek dakwah), dibandingkan dengan bersikap keras apalagi sampai menyinggung, yang dapat membuat mad’u menjauhkan diri dan tidak mau mendengarkan dakwah yang disampaikan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode dakwah K.H. Hasyim Asy’ari antara lain, metode bil hikmah yaitu dakwah dengan bijaksana, mau’idzah hasanah yaitu dakwah dengan lemah lembut, Mujadalah yaitu bermusyawarah/berdiskusi dengan cara yang baik, Dengan melihat kondisi masyarakat dalam jajahan, maka K.H. Hasyim Asy‟ari menyesuaikan dakwahnya dengan memfokuskan dakwah pada seruan jihad serta membantu masyarakat mempertahankan dan membebaskan tanah air dari tangan penjajah. Dilihat dari penjelasan metode-metode dakwah K.H. Hasyim Asy’ari seperti yang sudah dibahas di atas, maka dapat dikatakan tarbiyah juga menjadi metode dakwah K.H. Hasyim Asy’ari, misalnya pada metode mauidzah hasanah, beliau senantiasa memberikan pengajaran dan contoh yang baik kepada santri-santrinya di pesantren dan juga anak-anaknya. Beliau juga sering memberi nasehat dan menegur dengan cara yang baik jika ada santrinya yang berbuat kesalahan, karena mereka belum begitu paham tindakan apa yang seharusnya mereka lakukan, dan beliau tidak memakai kekerasan dalam mendidik.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Dakwah; Media dakwah; Metode dakwah; Film; K.H. Hasyim Asy’ari |
| Subjects: | 200 Religion (Class here Comparative religion) > 204 Religious experiences, life, practice 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.7 Propagation of Islam > 297.74 Dakwah 300 Social sciences > 302 Social interaction > 302.2 Komunikasi > 302.23 Media komunikasi, Media massa |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Komunikasi > 70232 - Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI) |
| Depositing User: | Upload Mandiri |
| Date Deposited: | 21 Oct 2026 02:08 |
| Last Modified: | 21 Oct 2026 02:08 |
| URI: | https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/32059 |
Actions (login required)
Downloads
Downloads per month over past year
