Peran civil society dalam revitalisasi heritage: studi komunitas Ambo Kota Lama Semarang tahun 2019-2024)
Anggraeni, Lisna (2025) Peran civil society dalam revitalisasi heritage: studi komunitas Ambo Kota Lama Semarang tahun 2019-2024). Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.
SKRIPSI2106016024LISNA_ANGGRAENI-0.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (3MB)
Abstract
Penelitian ini ingin membahas mengenai peran civil society dalam revitalisasi heritage (studi: komunitas AMBO Kota Lama Semarang tahun 2019-2024). Hal ini berawal dari tumbuhnya kesadaran kolektif warga yang kemudian membentuk AMBO sebagai bentuk respons atas minimnya keterlibatan publik dalam proses revitalisasi Kota Lama Semarang. Peran AMBO membawa pendekatan baru dalam pengelolaan kawasan heritage yang lebih partisipatif, kolaboratif, dan berorientasi pada masyarakat. Permasalahan ini dikaji untuk menjawab pada dua pertanyaan penelitian mengenai bagaimana peran AMBO sebagai civil society dalam revitalisasi Kota Lama tahun 2019-2024 dan apa dampak keterlibatan AMBO dalam revitalisasi Kota Lama Semarang. Untuk menjawab pertanyaan penelitian di atas, studi ini menggunakan teori civil society karya AS-Hikkam dengan menggambarkan fenomena dari data yang diperoleh di lapangan yang dibantu dengan metode penelitian kualitatif yang mengedepankan prosedur penelitian dengan menyajikan data analisis-deskriptif. Jenis pendekatan yang digunakan adalah pendekatan studi kasus. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode wawancara dan metode dokumentasi. Pada penelitian ini pemilihan narasumber dipilih secara purposive.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Peran AMBO sebagai aktor masyarakat sipil yang signifikan dalam proses revitalisasi kawasan heritage Kota Lama Semarang. Berdasarkan temuan penelitian, komunitas AMBO dapat dikategorikan sebagai bagian dari civil society karena telah memenuhi sejumlah karakteristik utama sebagaimana dirumuskan oleh AS Hikam (1999). AMBO menunjukkan eksistensinya sebagai entitas sosial yang otonom, dengan mendorong terbentuknya ruang publik yang bebas (free public sphere) melalui kegiatan diskusi terbuka dan forum partisipatif seperti Sambung Rasa, konferensi pers, pemanfaatan media. Selain itu, AMBO juga mencerminkan nilai-nilai demokrasi, keterbukaan terhadap perbedaan (toleransi), serta kemajemukan, yang menjadi fondasi penting dalam kehidupan masyarakat sipil yang sehat.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Civil society; Revitalisasi kawasan heritage; Komunitas AMBO; Kota Lama Semarang |
| Subjects: | 300 Social sciences > 301 Sociology and anthropology 300 Social sciences > 303 Social processes > 303.6 Conflict and conflict resolution 300 Social sciences > 305 Social groups > 305.8 Ethnic and national groups 300 Social sciences > 320 Political science (Politics and government) > 322 Relation of state to organized groups |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Politik > 67201 - Ilmu Politik |
| Depositing User: | Upload Mandiri |
| Date Deposited: | 16 Oct 2026 02:44 |
| Last Modified: | 16 Oct 2026 02:44 |
| URI: | https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/32089 |
Actions (login required)
Downloads
Downloads per month over past year
