Sensitivitas sensor APS-C dan smartphone dalam mendeteksi cahaya fajar ṣādiq serta relevansinya dengan waktu salat subuh

Al-Khairi, Muammar (2025) Sensitivitas sensor APS-C dan smartphone dalam mendeteksi cahaya fajar ṣādiq serta relevansinya dengan waktu salat subuh. Masters thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

[thumbnail of Tesis_23020680030_MUAMMAR_ALKHAIRI] Text (Tesis_23020680030_MUAMMAR_ALKHAIRI)
SKRIPSI23020680030MUAMMAR_ALKHAIRI-0.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (7MB)

Abstract

El-Sayed Eid menyatakan bahwa kemampuan sensor kamera dalam menangkap cahaya secara teoritis dipengaruhi oleh ukuran fisik sensor. Sensor berukuran besar seperti APS-C lebih sensitif dibandingkan sensor smartphone yang lebih kecil. Namun, perkembangan pesat teknologi kamera ponsel dalam hal optimasi pencahayaan dan algoritma pemrosesan citra memungkinkan penggunaannya dalam observasi fajar ṣādiq. Hasil observasi menunjukkan bahwa waktu kemunculan fajar ṣādiq yang direkam oleh kamera smartphone tidak berbeda secara signifikan dibandingkan dengan kamera bersensor APS-C. Kemiripan data waktu kemunculan fajar ṣādiq tersebut menunjukkan perlunya penelitian lebih lanjut mengenai sensitivitas kamera dengan sensor APS-C dan smartphone dalam mendeteksi cahaya fajar ṣādiq, untuk memastikan konsistensi, keidealan, dan relevansi hasil observasi menggunakan kamera digital.
Penelitian ini bertujuan untuk menjawab permasalahan: (1) bagaimana sensitivitas ukuran sensor APS-C dan smartphone dalam mendeteksi cahaya fajar ṣādiq, (2) bagaimana kriteria ideal ukuran sensor kamera untuk menangkap citra fajar ṣādiq dan relevansi datanya terkait dengan waktu shalat subuh?. Permasalahan tersebut dibahas menggunakan metode observasi lapangan dengan pendekatan komparatif-deskriptif. Pengamatan dilakukan di lokasi langit gelap, Karimunjawa, untuk meminimalkan polusi cahaya. Data dikumpulkan melalui citra langit timur menjelang Subuh yang diambil secara bersamaan menggunakan kamera Fujifilm X-T30 (APS-C) dan Samsung Galaxy A16 (smartphone), dengan pengaturan eksposur seragam. Data berupa citra fajar dianalisis menggunakan perangkat lunak AstroImageJ untuk ekstraksi intensitas cahaya, lalu dipetakan melalui LabPlot dengan metode moving average.
Penelitian ini menemukan bahwa: (1) Sensitivitas kedua sensor tidak berbeda secara signifikan dalam mendeteksi kemunculan fajar ṣādiq tampak dari kurva intensitas yang merepresentasikan transisi cahaya fajar ṣādiq yang dihasilkan. (2) Kamera dengan sensor APS-C dan smartphone ideal untuk digunakan dalam mendeteksi sinar fajar ṣādiq. Namun, sensor APS-C mampu menghasilkan citra yang lebih bersih dan stabil sehingga kamera dengan sensor APS-C lebih direkomendasikan sebagai alat pengamatan fajar ṣādiq. Data fajar ṣādiq yang dihasilkan sensor APS-C dan smartphone relevan berdasarkan standar -20° yang digunakan Kementerian Agama. Dalam kondisi yang ideal, fajar ṣādiq dari kedua kamera teramati pada pukul 04:19 WIB (sudut -19°55′).

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Fajar ṣādiq; Sensor kamera; APS-C; Smartphone; Waktu Subuh; Citra digital
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.2 Islam Doctrinal Theology, Aqaid and Kalam > 297.26 Islam and secular disciplines > 297.265 Islam and natural science (Incl. Islamic Astronomy/Ilmu Falak)
Divisions: Program Pascasarjana > Program Master (S2) > 50102 - Ilmu Falak (S2)
Depositing User: Upload Mandiri
Date Deposited: 19 Oct 2026 01:37
Last Modified: 19 Oct 2026 01:37
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/32091

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics