Otoritas keagamaan memandang childfree : studi pandangan tokoh agama Islam dan Kristen di Semarang

Salwa, Zakiyah (2025) Otoritas keagamaan memandang childfree : studi pandangan tokoh agama Islam dan Kristen di Semarang. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

[thumbnail of Skripsi_1804036024_Zakiyah_Salwa] Text (Skripsi_1804036024_Zakiyah_Salwa)
Skripsi_1804036024_Zakiyah_Salwa.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB)

Abstract

Perkembangan kehidupan yang terus bergerak dinamis memunculkan adanya suatu pemikiran baru dalam kehidupan masyarakat, khususnya dalam kehidupan keluarga. Salah satu problem yang mulai muncul terkait kehidupan dalam keluarga adalah mengenai pilihan hidup untuk tidak memiliki anak atau sering diistilahkan dengan Childfree. Kota Semarang juga memiliki heterogenitas atau sebuah perbedaan, khususnya dalam bidang agamaAgama, melalui para uama, dai, kiyai dan segala elemennya harus sadar terhadap fenomena Childfree demi kemajuan manusia pada umumnya dan setiap umat penganut agama pada khususnya. Proses pandangan agama terhadap fenomena Childfree ini harus ditanggapi guna menemukan sebuah pandangan dan solusi yang relevan dengan idealisasi kehidupan sosial masyarakat. Berdasarkan fenomena yang peneliti temui atas fenomena yang terjadi maka peneliti mengambil judul “Otoritas Keagamaan Memandang Childfree: Studi Pandangan Tokoh Agama Islam dan Kristen di Semarang”. Penelitian ini mengggunakan metode penelitian kualitatif menggunakan pendekatan studi lapangan (Field research). Hasil atas penelitian ini pertam Individu yang memilih menjadi Childfree, kecil kemungkinannya untuk beragama, bahkan cenderung melihat agama sebagai sesuatu yang tidak penting. Hal ini bisa dilihat dari awal kemunculan childfree yang masih berhubungan dengan negara barat dan feminisme modern. Individu yang memilih menjadi Childfree ditandai dengan tingkat ketaatan beragama yang rendah. Serta melihat keterbalikan yang terjadi dalam dunia saat ini cukup membuat hati pedih, dimana pasangan lawan jenis antara laki-laki dan perempuan menolak keberlanjutan keturunan, namun pasangan sesama jenis, seperti gay dan lesbian justru mencari cara dengan donor atau sperma yang dititipkan. Kedua Menurut para tokoh agama pilihan untuk Childfree bukanlah sebagai ajang pelarian untuk setiap individu untuk keluar dari tanggung jawabnya di muka bumi. Tetapi ada hal-hal yang mendesak yang mengharuskan mereka untuk melakukan Childfree. Alasan-alasan tersebut menjadi tolak ukur dalam menentukan seseorang boleh dan tidak melakukan Childfree, misal ekonomi, kesehatan dan juga keselamatan jiwa.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Childfree; Otoritas Agama; Islam; Kristen
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 204 Religious experiences, life, practice
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > 76234 - Studi Agama-agama
Depositing User: Upload Mandiri
Date Deposited: 30 Oct 2026 01:37
Last Modified: 30 Oct 2026 01:37
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/32105

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics