Makna kata bayt dalam Al-Qur'an: analisis semantik Toshihiko Izutsu
Zidunnaja, Fikri (2025) Makna kata bayt dalam Al-Qur'an: analisis semantik Toshihiko Izutsu. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.
SKRIPSI1904026086FIKRI_ZIDUNNAJA-0.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (1MB)
Abstract
Penelitian ini berfokus pada analisis makna kata bayt dalam Al-Qur’an dengan menggunakan pendekatan semantik Toshihiko Izutsu. Semantik memberikan alat yang lebih efektif untuk menganalisis dan memahami makna kata bayt dalam Al-Qur’an, karena ia mampu mengungkapkan kompleksitas makna kata tersebut dalam hubungan dengan konsep-konsep teologis dan filosofis yang ada, serta menjelaskan kedalamannya dalam berbagai konteks linguistik dan budaya. Kata bayt yang umumnya diterjemahkan sebagai “rumah” atau “tempat tinggal” memiliki dimensi makna yang lebih, dalam ayat suci Al-Qur’an. Oleh karena itu, penting untuk mengkaji kata ini karena bayt muncul dalam berbagai konteks, yang mencerminkan nilai-nilai agama, sosial, dan spiritual yang terkandung dalam Al-Qur’an. Penelitian ini mengkaji dua masalah utama, yaitu penggunaan kata bayt dalam Al-Qur’an dan analisis maknanya melalui pendekatan semantik Toshihiko Izutsu. Tujuannya adalah untuk mendalami pemahaman tentang penggunaan dan penafsiran kata bayt dalam konteks wahyu Ilahi. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif berbasis pustaka (library research) dengan pendekatan deskriptif dan analitis, untuk mengkaji berbagai literatur terkait guna memperoleh pemahaman yang komprehensif. Pendekatan ini bertujuan untuk menggali makna lebih mendalam dan relevansi penggunaan kata bayt dalam konteks sosio-budaya dan teologis Al-Qur’an, dengan memanfaatkan teori semantik untuk penafsiran yang lebih akurat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara harfiah, kata bayt berarti rumah atau tempat tinggal. Namun, dalam konteks Al-Qur’an, makna kata ini jauh lebih kompleks dan simbolis, tergantung pada konteks penggunaannya. Penelitian ini mengidentifikasi empat makna utama kata bayt dalam Al-Qur’an, yaitu sebagai tempat ibadah, tempat tinggal manusia, tempat tinggal hewan, dan waktu malam. Melalui pendekatan semantik Izutsu, ditemukan bahwa makna bayt mencakup dimensi spiritual sebagai tempat ibadah dan kedekatan dengan Tuhan, dimensi sosial sebagai simbol keluarga dan keharmonisan sosial, serta dimensi perlindungan dan keamanan baik di dunia maupun di akhirat. Selain itu, kata bayt juga mencerminkan weltanschauung Islam, di mana rumah tidak hanya berfungsi sebagai tempat fisik, tetapi juga sebagai pusat pembentukan karakter, moral, dan keharmonisan sosial-spiritual. Dengan demikian, kata bayt dalam Al-Qur’an merupakan konsep multidimensi yang menggabungkan aspek fisik, sosial, moral, dan spiritual yang sangat penting dalam kehidupan umat Islam.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Al-Qur'an; Bayt; Kajian Semantik; Toshihiko Izutsu; Rumah |
| Subjects: | 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.1 Sources of Islam > 297.12 Al-Quran and Hadith > 297.122 Al-Quran 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.1 Sources of Islam > 297.12 Al-Quran and Hadith > 297.122 Al-Quran > 297.1225 Translations 400 Language > 410 Linguistics |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > 76231 - Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Upload Mandiri |
| Date Deposited: | 15 Oct 2026 05:50 |
| Last Modified: | 15 Oct 2026 05:50 |
| URI: | https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/32113 |
Actions (login required)
Downloads
Downloads per month over past year
