Penetapan awal bulan Kamariah organisasi Islam Australia : studi kasus Australian National Imams Council
Jayadi, Haeruman (2025) Penetapan awal bulan Kamariah organisasi Islam Australia : studi kasus Australian National Imams Council. Masters thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.
SKRIPSI2202048033HAERUMAN_JAYADI-0.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (2MB)
Abstract
Penelitian ini menganalisis konsep dan validitas penetapan awal bulan Kamariah oleh Australian National Imams Council (ANIC), lembaga keagamaan nasional yang didirikan pada 2006 dan menaungi lebih dari 300 imam dan ulama di Australia. Latar belakang penelitian ini berangkat dari kenyataan bahwa di negara seperti Australia, di mana negara tidak mengambil peran dalam menetapkan kalender Islam, otoritas penentuan awal bulan diserahkan kepada organisasi-organisasi Islam, dan ANIC tampil sebagai aktor utama dalam menyatukan panduan waktu ibadah umat Muslim minoritas.
Berdasarkan rumusan masalah, penelitian ini bertujuan untuk menjawab dua pertanyaan utama: bagaimana konsep penetapan awal bulan Kamariah oleh ANIC, dan bagaimana validitasnya ditinjau dari perspektif fikih dan astronomi. Dengan pendekatan kualitatif dan kajian dokumen, hasil penelitian menunjukkan bahwa ANIC menggunakan metode hisab visibilitas (imkān al-ru’yah) dengan kriteria ijtimak sebelum maghrib dan lag time minimal 12 menit (sekitar 3° ketinggian hilal), yang dihitung berdasarkan data dari sumber kredibel seperti TimeandDate.com serta dua model visibilitas internasional, yaitu model Yallop dan model Odeh.
ANIC juga berkolaborasi dengan Australian Fatwa Council dan Grand Mufti of Australia, serta tetap memberi ruang terbatas untuk rukyat sebagai verifikasi dan edukasi. Dalam kasus penetapan Idul Adha, ANIC mengikuti pengumuman resmi Arab Saudi atas dasar prinsip kesatuan Hari Arafah global. Pendekatan ini dinilai sah dalam kerangka fiqh al-aqalliyyāt karena mempertimbangkan maslahat komunitas Muslim diaspora, stabilitas sosial, serta kebutuhan perencanaan ibadah yang terstruktur. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ANIC berhasil membangun model penetapan awal bulan yang mengintegrasikan otoritas keilmuan Islam tradisional, presisi astronomi modern, dan sensitivitas terhadap dinamika sosial serta isu global seperti Palestina. Temuan ini menunjukkan bahwa kepemimpinan keagamaan yang inklusif dan berbasis sains sangat relevan untuk konteks umat Islam minoritas di negara sekuler seperti Australia.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | ANIC; Hisab; Rukyat; Bulan Kamariah; Muslim Australia; Organisasi Islam |
| Subjects: | 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.2 Islam Doctrinal Theology, Aqaid and Kalam > 297.26 Islam and secular disciplines > 297.265 Islam and natural science (Incl. Islamic Astronomy/Ilmu Falak) |
| Divisions: | Program Pascasarjana > Program Master (S2) > 50102 - Ilmu Falak (S2) |
| Depositing User: | Upload Mandiri |
| Date Deposited: | 23 Oct 2026 08:51 |
| Last Modified: | 23 Oct 2026 08:51 |
| URI: | https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/32143 |
Actions (login required)
Downloads
Downloads per month over past year
