Makna teologi tradisi nyintren perahu bagi nelayan Desa Morodemak Kecamatan Bonang Kabupaten Demak
Mubarok, Muhammad Husni (2025) Makna teologi tradisi nyintren perahu bagi nelayan Desa Morodemak Kecamatan Bonang Kabupaten Demak. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.
SKRIPSI1804016084MUHAMMAD_HUSNI_MUBAROK-0.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (2MB)
Abstract
Bagi masyarakat nelayan di Desa Morodemak Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak, perahu merupakan aset utama dan sangat penting dalam aktivitas melaut. Perahu bukan sekadar alat, melainkan dianggap sebagai "nyawa" kehidupan nelayan. Oleh karena itu, keberadaannya selalu disertai dengan ritual khusus saat akan mulai digunakan, yang dikenal dengan sebutan tradisi “nyintren perahu”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan pelaksanaan tradisi nyintren perahu, serta mengkaji makna teologi dan sosial dari tradisi tersebut dalam kehidupan nelayandi desatersebut. Penelitian menggnakan metodekualitatif dalam bentuk studi lapangan, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Objek material penelitian ini adalah Makna Teologi Tradisi Nyintren bagi Nelayan Desa Morodemak Kecamatan Bonang Kabupaten Demak, sementara objek formalnya adalah konsep Teologi Islam Hasan Hanafi. Analisis dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan, (1) Pelaksanaan tradisi nyintren perahu dilakukan sebagai bentuk tasyakuran atas selesainya pembuatan perahu dan menjelang pelayaran perdana. Prosesi dilakukan saat malam hari, dengan menyajikan hidangan khas seperti ingkung ayam, bubur merah-putih, serta air putih seteko. Acara dimulai setelah shalat Isya’ dengan pembacaan manaqib Syekh Abdul Qodir al-Jaelani oleh modin desa, dilanjutkan dengan doa bersama untuk keselamatan dan kelancaran usaha nelayan. Air yang telah dibacakan doa kemudian diminum bersama dan disiramkan ke seluruh badan perahu. (2) Makna spiritual dari tradisi ini adalah sebagai bentuk rasa syukur atas rezeki yang diberikan, sekaligus permohonan perlindungan dari marabahaya dan gangguan gaib saat di laut. (3) Makna sosial dari nyintren perahu tercermin sebagai kegiatan yang memperkuat hubungan sosial antar warga. Tradisi ini menjadi sarana pengikat solidaritas, mempererat rasa kebersamaan, memupuk semangat gotong royong, serta menjalin silaturahmi antar masyarakat setempat.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Tradisi; Nyintren Perahu; Makna teologis; Makna sosial |
| Subjects: | 200 Religion (Class here Comparative religion) > 201 Religious mythology, general classes of religion, interreligious relations and attitudes, social theology |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > 76237 - Aqidah Filsafat Islam |
| Depositing User: | Upload Mandiri |
| Date Deposited: | 30 Oct 2026 01:48 |
| Last Modified: | 30 Oct 2026 01:48 |
| URI: | https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/32170 |
Actions (login required)
Downloads
Downloads per month over past year
