Analisis hukum pidana Islam terhadap program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) pada tantangan New Psychoactive Substances (NPS) : studi kasus di Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Tengah

Rokhman, M. Fatkhur (2025) Analisis hukum pidana Islam terhadap program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) pada tantangan New Psychoactive Substances (NPS) : studi kasus di Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Tengah. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

[thumbnail of SKRIPSI2102026048MFATKHUR_ROKHMAN] Text (SKRIPSI2102026048MFATKHUR_ROKHMAN)
SKRIPSI2102026048MFATKHUR_ROKHMAN-0.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB)

Abstract

The definition of narcotics is stated in Article 1 paragraph (1) of Law Number 35 of 2009 concerning Narcotics, namely “Narcotics are substances / or drugs derived from plants or non-plants, both synthetic and semisynthetic which can cause a decrease or change in consciousness, loss of taste, reduce to eliminate pain, and cause dependence which is distinguished into groups as attached to this law.” In addition, the rapid development of technology and information, the types of narcotics or psychotropic drugs are increasingly widespread, including the types that are spread among addicts vary. Not only limited to methamphetamine or ecstasy that have been known by the public at large, but there are new names of narcotics that seem to be still unfamiliar to the ear. The United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) in 2018 has reported that 5.6 percent or around 275 (two hundred seventy five) million people in the world with an age range of 15 to 64 years have consumed drugs at least 1 (one) time in their lifetime. In addition, there are 803 (eight hundred and three) types of New Psychoactive Substances (NPS) that have been circulating in the world, where this data is monitored by the European Monitoring Center for Drugs and Drug Addiction (EMCDDA) which is called the New Psychoactive Substances (NPS) group. On the other hand, the types of NPS that are most widely consumed by the public are synthetic cannabinoids and cathinone. New Psychoactive Substances (NPS) have become a global phenomenon whose effects can cause serious physical and psychological symptoms, even causing death. Indications of narcotics of this kind are caused in biological samples such as in urine and other toxicological samples are still a major obstacle. This is because the substances or chemicals in it are used for reaction with a level of toxicity that is still unknown and difficult to control. The research method used in this thesis research uses a qualitative method with descriptive analysis and uses an empirical approach in the form of field studies or interviews with personnel of the Central Java Provincial National Narcotics Agency (BNNP). The results showed that the implementation and efforts of the Prevention and Eradication of Drug Abuse and Illicit Trafficking (P4GN) program have been fully carried out by the Central Java Provincial National Narcotics Board (BNNP) through the soft power approach, hard power approach, smart power approach, and cooperation strategies as well as efforts to Prevent and Eradicate Drug Abuse and Illicit Trafficking (P4GN) in dealing with narcotics New Psychoactive Substances (NPS) through cooperation with the Police, Indonesian National Army (TNI), Ministry of Health, Ministry of Social Affairs, Customs, Immigration, Non- Governmental Organizations (NGOs), Semarang National and Political Unity (Kesbangpol), Schools, Universities, LLDIKTI VI, Airlines, Expeditions, communities, and other related parties with the aim of eradicating the spread and illicit trafficking of drugs. The conclusion in this thesis research shows that the Central Java Provincial National Narcotics Agency (BNNP) has made the above efforts specifically in the implementation and efforts of the Drug Abuse Prevention and Eradication (P4GN) program and has made rehabilitation efforts for drug addicts which are carried out intensively and extensively by the Central Java Provincial National Narcotics Agency (BNNP) as well as preventive and repressive efforts.

ABSTRAK:
Pengertian narkotika telah tercantum dalam Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika yakni “Narkotika adalah zat/atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semisintetis yang dapat mengakibatkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan menimbulkan ketergantungan yang dibedakan ke dalam golongan-golongan sebagaimana terlampir dalam undang-undang ini.” Selain itu, semakin berkembangnya teknologi dan informasi yang semakin pesat jenis-jenis narkotika atau psikotropika semakin marak, termasuk jenis-jenis yang tersebar di kalangan pencandu tersebut bervariasi. Bukan hanya sebatas sabu-sabu atau ekstasi yang telah dikenal oleh masyarakat di kalangan luas, melainkan terdapat nama- nama baru narkotika yang kelihatannya masih asing terdengar di telinga. The United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) pada tahun 2018 telah melaporkan sebanyak 5,6 persen atau sekitar 275 (dua ratus tujuh puluh lima) juta orang penduduk di dunia dengan rentang usia 15 hingga 64 tahun telah mengonsumsi narkoba minimal 1 (satu) kali dalam masa hidupnya. Di samping itu, terdapat sebanyak 803 (delapan ratus tiga) jenis New Psychoactive Substances (NPS) yang telah beredar di dunia, yang di mana data ini diawasi oleh European Monitoring Centre for Drugs and Drug Addiction (EMCDDA) yang disebut kelompok New Psychoactive Substances (NPS). Disisi lain, jenis NPS yang paling banyak dikonsumsi oleh masyarakat yakni cannabinoid dan cathinone sintetis. New Psychoactive Substances (NPS) telah menjadi fenomena global yang efeknya dapat menyebabkan gejala fisik maupun psikologis yang serius, bahkan menyebabkan kematian. Indikasi narkotika dengan jenis semacam ini disebabkan dalam sampel biologisnya seperti dalam urine dan sampel toksikologi lainnya masih menjadi kendala utama. Hal ini disebabkan zat- zat atau bahan kimia di dalamnya digunakan untuk reaksional dengan tingkat toksisitasnya yang masih belum diketahui secara pasti dan sulit untuk dikontrol. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian skripsi ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis deskriptif serta menggunakan pendekatan empiris berupa studi lapangan atau wawancara dengan personel Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi dan upaya program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) sudah dilakukan sepenuhnya oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah melalui strategi soft power approach, hard power approach, smart power approach, dan cooperation serta dilakukan upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) dalam menghadapi narkotika New Psychoactive Substances (NPS) melalui kerja sama dengan pihak Kepolisian, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, Bea Cukai, Imigrasi, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Semarang, Sekolahan, Perguruan Tinggi, LLDIKTI VI, Maskapai, Ekspedisi, masyarakat, dan pihak terkait lainnya dengan tujuan dapat memberantas penyebaran dan peredaran gelap narkoba. Kesimpulan dalam penelitian skripsi ini menunjukkan bahwa Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah sudah melakukan upaya di atas terkhusus dalam implementasi dan upaya program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) dan sudah melakukan upaya rehabilitasi bagi pencandu narkoba yang dilakukan secara intensif dan ekstensif oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah serta dilakukannya upaya preventif dan represif.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Hukum Pidana Islam; Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN); New Psychoactive Substances (NPS); BNNP Jawa Tengah
Subjects: 300 Social sciences > 340 Law > 345 Criminal law
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > 74231 - Hukum Pidana Islam
Depositing User: Upload Mandiri
Date Deposited: 05 Nov 2026 00:57
Last Modified: 05 Nov 2026 00:57
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/32177

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics