Sistem penanggalan Jawa Islam (Aboge) dan pandangan masyarakat terhadap penetapan awal Bulan Kamariah : studi kasus masyarakat Dusun Gandon Desa Gandu Kecamatan Tembarak Kabupaten Temanggung
Aji, Muhammad Haniv Bayu (2025) Sistem penanggalan Jawa Islam (Aboge) dan pandangan masyarakat terhadap penetapan awal Bulan Kamariah : studi kasus masyarakat Dusun Gandon Desa Gandu Kecamatan Tembarak Kabupaten Temanggung. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.
SKRIPSI2102046043MUHAMMAD_HANIV_BAYU_AJI-0.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (2MB)
Abstract
Penanggalan merupakan sistem penting dalam kehidupan manusia, termasuk dalam menentukan waktu-waktu ibadah umat Islam seperti Ramadhan, Idul Fitri, dan Idul Adha. Di Indonesia, metode penetapan awal bulan Kamariah masih menyisakan perbedaan pandangan antara metode hisab dan rukyat. Selain itu, terdapat pula sistem penanggalan lokal seperti kalender Jawa Islam Aboge (Alif Rebo Wage) yang masih digunakan oleh sebagian masyarakat, termasuk di Dusun Gandon, Desa Gandu, Kecamatan Tembarak, Kabupaten Temanggung. Sistem Aboge ini menjadi warisan budaya dan spiritual masyarakat, meskipun tidak sepenuhnya sesuai dengan sistem kalender Hijriah. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini mengangkat rumusan masalah: bagaimana perhitungan sistem penanggalan Jawa Islam (Aboge) dalam penetapan awal bulan Kamariah, dan bagaimana pandangan masyarakat terhadap penggunaannya di Dusun Gandon.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Sumber data primer diperoleh dari tokoh masyarakat, ulama, dan warga Dusun Gandon, sedangkan data sekunder berasal dari literatur pendukung terkait sistem penanggalan Jawa dan Islam. Teknik analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta menggunakan triangulasi sumber untuk menguji keabsahan data. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pemahaman masyarakat terhadap sistem Aboge, proses perhitungannya, serta bagaimana masyarakat memadukan tradisi budaya lokal dengan ketentuan syariat dalam kehidupan keagamaan mereka.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Dusun Gandon masih mempertahankan penggunaan sistem penanggalan Aboge sebagai bagian dari identitas budaya dan spiritual yang diwariskan secara turun-temurun. Sistem ini digunakan untuk menentukan hari-hari penting dalam tradisi lokal seperti selamatan, potong rambut gimbal, dan hari-hari kematian. Namun, dalam hal ibadah yang bersifat syar’i, seperti awal Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah, masyarakat memilih mengikuti keputusan pemerintah melalui sidang isbat yang mengacu pada rukyat dan hisab. Hal ini menunjukkan adanya harmoni antara pelestarian budaya lokal dan kepatuhan terhadap ajaran Islam yang lebih universal. Masyarakat Dusun Gandon pada prinsipnya menjadikan sistem Aboge bukan sebagai penentang syariat, melainkan sebagai bentuk integrasi nilai-nilai Islam dengan kearifan lokal yang memperkuat identitas komunitas mereka di tengah tantangan modernisasi.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Sistem Penanggalan Jawa Islam; Aboge; Pandangan Masyarakat; Awal Bulan Kamariah |
| Subjects: | 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.2 Islam Doctrinal Theology, Aqaid and Kalam > 297.26 Islam and secular disciplines > 297.265 Islam and natural science (Incl. Islamic Astronomy/Ilmu Falak) |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > 50202 - Ilmu Falak |
| Depositing User: | Upload Mandiri |
| Date Deposited: | 05 Nov 2026 00:58 |
| Last Modified: | 05 Nov 2026 00:58 |
| URI: | https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/32179 |
Actions (login required)
Downloads
Downloads per month over past year
