Analisis perbandingan kinerja keuangan PT. Bank Syariah Indonesia sebelum dan sesudah merger
Gunawan, Syahrul (2025) Analisis perbandingan kinerja keuangan PT. Bank Syariah Indonesia sebelum dan sesudah merger. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.
SKRIPSI1805036128SYAHRUL_GUNAWAN-0.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (1MB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan kinerja keuangan PT Bank Syariah Indonesia (BSI) sebelum dan sesudah merger dengan PT BRI Syariah, PT Bank Syariah Mandiri, dan PT BNI Syariah pada tahun 2019-2022. Analisis dilakukan menggunakan metode RGEC (Risk Profile, Good Corporate Governance, Earnings, Capital) dengan indikator rasio Non Performing Financing (NPF), Good Corporate Governance (GCG), Return on Assets (ROA), dan Capital Adequacy Ratio (CAR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio NPF menurun signifikan setelah merger, menandakan pengelolaan risiko pembiayaan yang lebih baik. Rasio GCG sebelum merger lebih baik dengan nilai mendekati kategori sangat sehat, sedangkan setelah merger stabil pada kategori baik. Rasio ROA meningkat setelah merger, mencerminkan peningkatan profitabilitas dan efisiensi pengelolaan aset. Rasio CAR juga menunjukkan peningkatan setelah merger, meskipun sempat menurun pada tahun kedua, tetap berada pada kategori sangat sehat. Secara keseluruhan, kinerja keuangan BSI pasca-merger lebih baik dibandingkan sebelum merger, terutama pada aspek NPF, ROA, dan CAR, meskipun GCG perlu ditingkatkan untuk mencapai kategori sangat sehat. Penelitian ini memberikan wawasan bagi emiten untuk mempertahankan kesehatan keuangan dan rekomendasi bagi peneliti selanjutnya untuk menggunakan periode pengujian yang lebih panjang guna analisis yang lebih mendalam.
ABSTRACT:
This study aims to analyze the financial performance comparison of PT Bank Syariah Indonesia (BSI) before and after the merger with PT BRI Syariah, PT Bank Syariah Mandiri, and PT BNI Syariah during the period of 2019–2022. The analysis employs the RGEC (Risk Profile, Good Corporate Governance, Earnings, Capital) method with indicators including Non-Performing Financing (NPF) ratio, Good Corporate Governance (GCG) ratio, Return on Assets (ROA) ratio, and Capital Adequacy Ratio (CAR). The results show that the NPF ratio significantly decreased post-merger, indicating improved management of financing risks. The GCG ratio was better before the merger, approaching the very healthy category, while post-merger it remained stable in the good category. The ROA ratio increased after the merger, reflecting enhanced profitability and efficiency in asset management. The CAR ratio also improved post-merger, although it experienced a slight decline in the second year, still remaining in the very healthy category. Overall, BSI's financial performance post-merger outperformed its pre-merger state, particularly in NPF, ROA, and CAR, though GCG needs further improvement to reach the very healthy category. This study provides insights for issuers to maintain financial health and recommendations for future researchers to use a longer testing period for more in-depth analysis.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kinerja Keuangan; Bank Syariah Indonesia; Merger; RGEC; NPF; GCG; ROA; CAR |
| Subjects: | 300 Social sciences > 330 Economics > 332 Financial economics > 332.1 Bank dan perbankan |
| Divisions: | Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam > 61206 - Perbankan Syariah (S1) |
| Depositing User: | Upload Mandiri |
| Date Deposited: | 05 Nov 2026 01:06 |
| Last Modified: | 05 Nov 2026 01:06 |
| URI: | https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/32188 |
Actions (login required)
Downloads
Downloads per month over past year
