Thrifting sebagai gaya hidup kelompok millenial : studi pada Pasar Pagi Stadion Diponegoro Kota Semarang

Kusuma, Dina Arum (2025) Thrifting sebagai gaya hidup kelompok millenial : studi pada Pasar Pagi Stadion Diponegoro Kota Semarang. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

[thumbnail of SKRIPSI1806026059DINA_ARUM_KUSUMA] Text (SKRIPSI1806026059DINA_ARUM_KUSUMA)
SKRIPSI1806026059DINA_ARUM_KUSUMA-0.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB)

Abstract

Budaya Thrifting atau membeli barang bekas didorong oleh alasan lingkungan, terutama bertujuan untuk mengurangi limbah tekstil dengan menekankan penggunaan kembali barang-barang. Membeli dan memakai pakaian bekas masih dianggap tabu dan memalukan oleh banyak orang di Indonesia. Namun, muncul fenomena baru yaitu tren hemat di kalangan anak muda. Hal tersebut dinamakan dengan kegiatan Thrifting. Tempat pembelian barang Thrifting yang berada di pasar pagi Stadion Diponegoro Semarang. Fenomena penelitian ini bertujuan, untuk mengetahui bagaimana Thrifting menjadi gaya hidup baru pada kelompok millenial dan dampak dari perilaku konsumsi Thrifting di Pasar Pagi Stadion Diponegoro.
Jenis penelitian yang digunakan peneliti adalah penelitian lapangan (field research) menggunakan metode penelitian kualitatif. Peneliti berpendapat bahwa penelitian ini cocok untuk penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif naratif yang dapat menyelidiki secara menyeluruh titik fokus masalah untuk memahami keadaan sosial masyarakat saat ini. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan observasi di pasar pagi Stadion Diponegoro kemudian wawancara mendalam kepada informan, kajian pustaka dan dokumentasi. Teori yang digunakan untuk menganalisis penelitian ini adalah teori konsumsi jean Baudrillard.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Thrifting menjadi gaya hidup baru pada kelompok millenial dan dampak dari perilaku konsumsi Thrifting di Pasar Pagi Stadion Diponegoro. Kelompok millenial sering melakukan kegiatan Thrifting yang tempatnya berada di pasar pagi Stadion Diponegoro. Kelompok millenial sering melakukan hal tersebut dikarenakan bajunya lebih unik, lebih murah, serta motif yang berbeda. Konsumsi menjadi cara individu untuk membangun identitas dan status sosial. Dengan memilih untuk membeli barang bekas yang unik dan memiliki cerita, milenial menciptakan narasi baru tentang diri mereka sendiri yang berbeda dari norma konsumsi mainstream. Ini menunjukkan bahwa mereka tidak hanya terjebak dalam siklus konsumsi yang hedonistik, tetapi lebih memilih untuk berinvestasi dalam barang yang memiliki makna dan dampak sosial.Dengan memilih untuk membeli pakaian bekas, milenial tidak hanya mendapatkan barang-barang yang sering kali lebih terjangkau dan beragam, tetapi juga berkontribusi pada gerakan keberlanjutan yang semakin relevan di era modern. Dampak dari perilaku konsumtif dari adanya Thrifting yaitu tentang kesadaran lingkungan Thrifting membantu mengurangi dampak negatif dari industri fashion cepat (fast fashion), yang dikenal sebagai salah satu penyebab utama pencemaran lingkungan dan limbah tekstil.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Gaya hidup; Teori Konsumsi; Thrifting; Kelompok Millenial; Fashion
Subjects: 300 Social sciences > 303 Social processes > 303.4 Social change
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Politik > 69201 - Sosiologi
Depositing User: Upload Mandiri
Date Deposited: 27 Oct 2026 01:09
Last Modified: 27 Oct 2026 01:09
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/32191

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics